Kades Perkosa ABG di Garut hingga Hamil Dituntut 10 Tahun Penjara

Kades Perkosa ABG di Garut hingga Hamil Dituntut 10 Tahun Penjara
Pengadilan. ©shutterstock.com
PERISTIWA | 22 April 2021 03:29 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Kepala Desa di Kabupaten Garut yang diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur dituntut hukuman 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Walau begitu, sang Kepala Desa rupanya masih mengaku tidak melakukan aksi pencabulan tersebut.

JPU Friza Adi Yudha mengatakan pihaknya menuntut terdakwa Pipit Mulyadi tuntutan 10 tahun kurungan penjara. "Selain itu juga kita tuntut agar terdakwa membayar denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan penjara," kata Friza, Rabu (21/4).

Friza menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang memberatkan terdakwa dalam kasus dugaan pencabulan tersebut. Salah satunya adalah karena terdakwa tidak mengaku telah melakukan aksi pencabulan tersebut.

Meski sang kepala desa tidak mengakui hal tersebut, pihaknya menemukan fakta di persidangan yang menunjukkan bahwa terdakwa melakukan aksi tersebut. Hal lainnya yang memberatkan, adalah sosoknya sebagai Kepala Desa seharusnya melindungi warga.

"Kami menggunakan alternatif kedua dalam memberikan tuntutan yaitu pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Perlindungan anak nomor 35 tahun 2014. Jadi ada bujuk rayu," ungkapnya.

Sebelumnya, seorang kepala desa di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dilaporkan oleh warganya ke Kepolisian Resor Garut. Ia diduga melakukan aksi pemerkosaan kepada anak di bawah umur sampai hamil.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Garut, Ipda Muslih membenarkan hal tersebut. Ia menyebut bahwa pihak kepolisian memang sudah menerima laporan warga tersebut. "Sudah diterima (laporannya)," ujarnya, Senin (5/10).

Dari informasi yang dihimpun, kepala desa itu diduga memerkosa seorang gadis yang masih berusia 13 tahun sampai hamil. Gadis yang diperkosa adalah anak dari tim suksesnya saat ia mencalonkan diri sebagai kepala desa di wilayahnya. Aksinya pun diduga dilakukan berulang kali saat orang tua gadis sedang tidak ada di rumah. (mdk/bal)

Baca juga:
Dicegat saat Berangkat Tarawih, Siswi SMP di Ogan Ilir Diperkosa Pacar
ABG di Kukar Dilaporkan Hilang Jadi Korban Pemerkosaan Teman Laki-laki
Lama Tak Jumpa Istri, Marbot Masjid di Bandung Cabuli 6 Anak di Bawah Umur
Pelaku Pencabulan Anak Babak Belur Dihakimi Massa
Kejati Jateng Tangkap Buronan Kasus Korupsi hingga Pencabulan Anak
Diperiksa Polisi, Dosen di Jember Diduga Cabuli Keponakan Masih Berstatus Saksi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami