Kadis kebersihan meninggal, wali kota batal jemput piala Adipura

Kadis kebersihan meninggal, wali kota batal jemput piala Adipura
Piala Adipura. ©istimewa
PERISTIWA | 21 Juli 2016 22:00 Reporter : Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto batal menjemput piala Adipura Kirana di Kabupaten Siak, Riau pada Jumat, 22 Juli 2016, besok. Adapun alasannya karena Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Makassar Syahruddin meninggal dunia saat mempersiapkan arak-arakan pialanya.

"Dijadwalkan, Pak Wali akan terbang ke Makassar menggunakan pesawat Citylink pada pukul 18.00 Wita malam ini setelah adanya kabar duka itu," ujar Kabag Humas Pemkot Makassar, Firman Hamid Pagarra seperti dilansir dari Antara, Kamis (21/7).

Wali kota yang mendengar kabar meninggalnya Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Syaharuddin, langsung membatalkan beberapa agendanya di Surabaya.

Wali kota juga sudah menyampaikan ucapan duka citanya yang mendalam atas wafatnya salah satu bawahannya yang dianggapnya cukup berjasa karena piala Adipura bisa diraihnya dua tahun berturut-turut.

"Pak Wali sangat sedih karena Pak Syaharuddin ini banyak berbuat dan berkontribusi sehingga piala Adipura bisa diraih Makassar. Makanya, Pak Wali langsung batalkan agenda-agendanya di Surabaya," jelasnya.

Untuk diketahui, Kadis Kebersihan Syahruddin menghembuskan nafas terakhirnya di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Grestelina, Makassar. Dia meninggal dunia sekitar pukul 14.00 Wita akibat serangan jantung.

Pihak keluarga yang diwakili oleh Muhammad Akib yang juga Imam Kelurahan Gunung Sari menyampaikan, jenazah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di perumahan Minasa Upa Blok B5 No. 11.

"Jumat, almarhum akan disalatkan usai salat Jumat di Masjid Al Muhajirin Minasa Upa selanjutnya diantar ke pemakaman terakhir di TPU Panaikang," terang Akib.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir almarhum sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Batua karena keluhan sakit pada bagian perut, dan punggung.

"Almarhum sempat muntah saat berada di Puskesmas lalu dilarikan ke Grestelina untuk mendapatkan perawatan intensif," ujar Kepala Bidang Penataan Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Makassar, Bahar Tjambolong. (mdk/sho)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami