Kadiv Propam 'Sentil' Kasus Kasatreskrim Polres Boyolali ke Kapolda Jateng

Kadiv Propam 'Sentil' Kasus Kasatreskrim Polres Boyolali ke Kapolda Jateng
Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 21 Januari 2022 03:30 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Pol Ferdy Sambo memerintahkan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi untuk memperketat pengawasan perilaku para personelnya. Menyusul mencuatnya kasus pelecehan verbal yang dilakukan Kasatreskrim Polres Boyolali terhadap korban pelecehan.

"Di tahun 2022 kita ingatkan anggota lakukan tugas perlindungan yang maksimal bagi masyarakat. Para perwira polisi sebagai manager di lapangan semestinya terus mengingatkan anggota agar tidak melakukan pelanggaran dan fokus pada peningkatan pelayanan pada masyarakat," kata Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, di Polda Jateng, Kamis (20/1).

Dia menjelaskan pelanggaran yang dilakukan personel kepolisian harus diminimalisir agar tidak menurunkan citra polisi di mata masyarakat.

"Ini perlu meminimalisir pelanggaran yang dilakukan anggota agar dapat diantisipasi turunnya citra Polri. Kita bersama kapolda dan kapolres di Jawa Tengah mesti melakukan pengontrolan dan pengawasan yang melekat sampai tingkat Polres," ungkapnya.

Perilaku anggota kepolisian harus dikontrol supaya tetap bisa menunjukan semangat saat bertugas sekaligus sikap pantang menyerah. "Kedatangannya kami ke Jateng juga untuk melakukan pencegahan dan mitigasi perilaku polisi yang melakukan tindakan penyimpangan," jelasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi sikap Kapolda Jateng yang mencopot Kasatreskrim Polres Boyolali lantaran dilaporkan melakukan pelanggaran.

"Bertindak cepat terhadap komplain masyarakat hal yang harus dilakukan Polri sebagai bentuk pelayanan pada masyarakat," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Polda Jateng Pastikan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Boyolali bukan Polisi
Predator Seksual Anak di Panti Asuhan di Depok Divonis 14 Tahun Penjara
Dosen Unesa Terduga Pelaku Pelecehan Tidak Mengakui Semua Laporan Korban
Unesa Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual Mahasiswi
Kronologi Pelapor Kasus Pelecehan Seksual Diduga Dilecehkan Kasat Reskrim Boyolali
Presiden Jokowi Punya Waktu 60 Hari Kirim Surpres ke DPR soal RUU TPKS

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami