Kak Seto Ingatkan Orang Tua Lebih Sabar Jadi Guru Saat Anak Belajar di Rumah

Kak Seto Ingatkan Orang Tua Lebih Sabar Jadi Guru Saat Anak Belajar di Rumah
PERISTIWA | 4 April 2020 13:11 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Wabah virus Corona atau Covid-19 tengah menghantui seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Beberapa perusahaan pun mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk menekan penularan Covid-19.

Psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi atau yang akrab di sapa Kak Seto berharap kesempatan ini dijadikan untuk menciptakan suasana harmonis dalam keluarga.

"Kita temukan hal-hal positif yang bisa ditumbuhkan dalam keluarga. Kita bisa berdialog kembali. Yang selama ini mungkin tidak ada komunikasi," kata dia saat konferensi Pers di Gedung BNPB, Sabtu (4/4).

Kak Seto juga meminta para orang tua menjadi sahabat untuk anaknya sendiri. Pada kondisi saat ini, orangtua mengambil alih peran guru di sekolah.

"Maka mohon jangan sampai pada saat belajar mereka menjadi lebih stres, mudah uring-uringan, marah-marah karena kadang-kadang ayah dan bunda kurang sabar," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Gembira di Rumah

Kak Seto juga mengingatkan para orang tua untuk menjalani situasi karantina di rumah dengan cara 'Gembira' untuk menghilangkan kejenuhan, stres dan tetap produktif.

"Mudah-mudahan kegembiraan bisa menjadi lebih kompak dan jadi arti serba bisa," kata Kak Seto.

Menurut Kak Seto, yang dimaksud gembira adalah merupakan singkatan masing-masing dari huruf itu sendiri. G itu artinya harus bergerak ketika isolasi diri di rumah. E itu merupakan emosi cerdas, apabila marah tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri dan keluarga.

"M adalah makan dan minum yang sehat serta bergizi saat karantina diri. B yakni beribadah dan berdoa selama di dalam rumah. I, istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan. R yaitu rukun dan ramah dalam lingkup keluarga. Terakhir, A yakni aktif berkarya dalam bentuk apapun untuk menghilangkan jenuh dan suntuk," katanya.

Selain itu, Kak Seto juga mengimbau, masyarakat agar melakukan Physical Distancing atau jaga jarak sebagai upaya memerangi virus ini.

"Kita perlu jaga jarak aman, lalu beretika saat bersin tutup dengan siku bagian dalam, cuci tangan sabun air mengalir dan produktif di rumah," ujar Kak Seto.

Di sisi lain, lanjut Kak Seto, dirinya mengajak warga agar terus mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah

"Tetap harus sediakan kesabaran dan kreativitas. Mari sama-sama menang lawan covid-19. Indonesia bisa, salam tangguh," pungkas Kak Seto.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Baca juga:
Pemerintah Diminta Hapus Pajak Dividen Perorangan untuk Kurangi PHK
Data Sabtu 4 April: Pasien Covid-19 di Jakarta 1.071 Orang
Membandingkan Dampak Ekonomi Akibat Corona dan Perang Dunia
UMKM Bisa Bertahan di Tengah Tekanan Corona Selama Mampu Menyesuaikan Pasar
Ada Wabah Corona, Penataan 4 Stasiun Kereta di Jakarta Dihentikan Sementara
Gubernur NTB Dukung Sikap Pusat yang Tolak Lockdown Cegah Penyebaran Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami