Kak Seto Kutuk Keras Predator Anak WN Prancis Cari Korban di Indonesia

Kak Seto Kutuk Keras Predator Anak WN Prancis Cari Korban di Indonesia
PERISTIWA | 10 Juli 2020 23:02 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Psikolog anak Seto Mulyadi atau kerap disapa Kak Seto mengutuk keras pelaku Francois Abello Camille (FAC) alias Frans alias Mister (65) Warga Negara (WN) Prancis atas kasus eksploitasi secara ekonomi dan seksual (Child Sex Groomer) terhadap 305 anak di bawah umur.

"Saya mengutuk keras atas perbuatan yang dilakukan pelaku dari Warga Negara Prancis itu. Kemudian memohon kepada aparat untuk menjatuhkan hukuman berlapis yang seberat-beratnya," ujar Kak Seto saat dihubungi merdeka.com, Jumat (10/7).

Dia menegaskan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh pelaku sudah sewajibnya dikenakan hukuman berat, bahkan pidana hukuman mati terhadap pelaku.

"Selain itu, kepada para korban juga harus diberikan perawatan psikologis. Karena sangat berpengaruh pasti terhadap psikologis jiwa anak-anak yang menjadi korban. Maka Kementerian Kesehatan maupun kementerian lainnya bahkan Kedutaan Perancis sendiri harus memberikan perhatian serius terhadap korban," pintanya.

Faktor penting selain tuntutan hukuman terhadap pelaku dan permintaan perlindungan, lanjut Kak Seto, yaitu membangun kepedulian sesama warga dimulai dari tingkat paling bawah seperti Rukun Tetangga (RT).

"Kenapa insiden ini kerap terjadi, karena tidak adanya kepedulian dari warga lingkungan untuk pastikan warga sekitar itu tahu kondisinya pergaulan anak-anak. Jadi perlu adanya seksi perlindungan anak di seluruh daerah," ujarnya.

Kemudian, dia menerangkan, langkah perlindungan pada tingkat RT bisa dimulai dari seksi perlindungan anak di setiap RT. Karena anak-anak sangat rentan mengalami tindakan pelecehan seksual.

"Penting sekali Jakarta ada seksi perlindungan anak, karena tiga wilayah yang sudah ada itu Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bayuwangi, dan Kabupaten Bengkulu Utara yang seluruh RTnya ada seksi perlindungan anak," sebutnya.

"Ibaratnya perlu orang se kampung untuk mencegah ini. Jadi setiap RT itu kan ada ketua RT maka harus ada saksi pelindungan anak jadi yang intinya untuk memberdayakan masyarakat. Karena suatu tindak kejahatan selain niat jahat dari pelakunya itu karena ada kesempatan," sambungnya.

Sementara itu, Kak Seto turut mengimbau kepada para orang tua untuk jangan takut melapor bila anak-anaknya mengalami insiden pelecehan seksual.

"Anak jangan sampai kita ini dikenal darurat kesehatan seksual, maka aparat dan masyarakat harus saling berkolaborasi dan mengingatkan kepada sesama warga.

"Tolong kepada aparat untuk membuka diri terhadap Laporan masyarakat. karena banyak juga korban yang tidak melapor gitu karena takut," pungkasnya.

Baca Selanjutnya: Kemensos...

Halaman

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami