Kakek Pengangon Lembu yang Curi Getah Rp17.480 Bebas, Langsung Sujud Syukur

PERISTIWA | 17 Januari 2020 11:05 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Samirin (69), terdakwa pencuri 1,9 Kg getah karet senilai Rp17.480 milik PT Bridgestone, akhirnya menghirup udara bebas. Kakek 12 cucu ini hanya dijatuhi hukuman 2 bulan 4 hari potong masa tahanan sehingga dapat langsung keluar penjara.

Hukuman itu dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Roziyanti di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun. Rabu (15/1). Putusan lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Mohamad Rizky yang meminta agar Samirin dijatuhi hukuman 10 bulan penjara.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman ringan dengan pertimbangan Samirin belum sempat menikmati hasil curiannya. Dia juga berlaku sopan serta mengakui perbuatannya.

Putusan majelis hakim membuat terdakwa dapat langsung bebas, karena dia telah ditahan sekitar 48 hari di Lapas Kelas II A Pematang Siantar dan tahanan rumah selama 3 bulan. Sarimin langsung sujud syukur seusai persidangan. Istri, anak, menantu serta seluruh cucunya yang hadir di persidangan juga menyambut bahagia kepulangannya.

1 dari 2 halaman

Perkara ini menjadi perhatian publik karena jumlah yang dicuri kakek pengangon lembu itu terbilang kecil. Dia pun mengaku mengumpulkan sisa getah karet hanya untuk membeli rokok. Bahkan muncul rencana pengumpulan koin untuk membayar kembali Rp17.480 kerugian perusahaan besar itu.

Dalam perkara ini, Samirin terbukti melakukan pencurian di areal Perkebunan PT Bridgestone, tepatnya di Blok EE 17 Sub Div J/III-DU Nagori Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumut pada Rabu (17/7/2019) sekitar pukul 18.10 Wib. Dia dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 111 UU RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

Pencurian sisa getah karet itu terjadi saat Samirin selesai mengangon lembu di areal perkebunan PT Bridgestone SRE. Dia memungut dan mengumpulkan getah dari mangkuk ke mangkuk yang melekat di pohon-pohon rambung. Getah itu dimasukkan ke dalam plastik kresek merah.

Saat Samirin sedang memasukkan getah rambung ke dalam plastik, petugas keamanan perkebunan itu menghampiri dan langsung mengamankannya. Dia kemudian dibawa ke kantor Security Perkebunan PT Bridgestone SRE Dolok Maringir.

2 dari 2 halaman

Getah yang diambil Samirin ditimbang. Berat keseluruhan 1,9 Kg. Jumlah itu diperkirakan merugikan PT Bridgestone Rp17.480.

Petugas keamanan kebun kemudian menyerahkannya ke kepolisian. Kasusnya diproses. Sempat menjalani tahanan rumah selama 3 bulan, dia kemudian ditahan 48 hari di Lapas Kelas IIA Pematang Siantar. (mdk/lia)

Baca juga:
Asmara Terlarang, Wanita Bercinta dengan Ipar di Atas Sofa Saat Suami Tidur
Polisi Kejar Pelaku Pelemparan Bus Sugeng Rahayu
Pakai Pedang, Remaja Begal Sopir Ekspedisi di Exit Tol Plumpang
DPRD Sebut Aksi Klitih Bikin Orang Takut Pergi ke Yogyakarta
Sultan HB X Akan Bentuk Pokja Cegah Aksi Klitih
Beroperasi Secara Ilegal, Hubsch Clinic di Kemang Digerebek Polisi

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.