Kakek Sukijo tewas tercebur ke lubang di Simpang 5 Semarang

PERISTIWA | 8 November 2014 23:29 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Proyek pembangunan saluran di sekitar Lapangan Pancasila atau biasa disebut Lapangan Simpang Lima Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya jalan yang menuju ke Jalan Pahlawan Semarang membawa korban.

Sukijo (76), pensiunan PNS Dinas Kesehatan Kota Semarang warga Tegalsari, RT 6 RW VI, Kecamatan Candisari, Kota Semarang Sabtu (9/11) malam, tewas tercebur dan tenggelam di lubang proyek dengan kedalaman lebih dari dua meter itu.

Imam, petugas keamanan Telkom yang menjadi saksi mata kejadian, mengungkapkan insiden terceburnya korban terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, kondisi Jalan Pahlawan dan sekitarnya sedang hujan lebat.

"Sempat terdengar teriakan minta tolong, setelah ditolong korban sudah meninggal," ungkap Imam.

Hujan menyebabkan lubang di lokasi proyek tertutup air sehingga tidak terlihat oleh pengendara maupun orang yang lewat. Ditambah tidak ada rambu-rambu peringatan yang dipasang di sekitar proyek.

"Karena proyek menutup hampir setengah jalan, pejalan kaki sering memilih jalan di atas tempat duduk trotoar. Pejalan kaki takut tertabrak kendaraan," ungkap Imam.

Sebelum tewas, Sukijo pamit pada anak mau nonton wayang kulit di depan Kantor Gubernuran Pemprov Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang.

"Tadi dari rumah dia pamit mau nonton wayang ngak tahunya seperti ini," ungkap Purwito (43) menantu korban yang mendatangi lokasi.

Dalam aktivitasnya, korban dikenal lebih sering jalan kaki. Purwito mengaku jika mendengar mertuanya meninggal karena tercebur dan tenggelam di lubang proyek saluran.

"Tadi berangkat dari rumah jalan kaki. Saya dapat kabar dari tetangga jika bapak kejebur jadi langsung ke sini (jalan Pahlawan)," tambah korban.

Pihak keluarga yang langsung ke mendatangi lokasi usai kejadian memilih memutuskan untuk membawa pulang langsung korban ke rumah duka tanpa melalui visum.

"Dibawa pulang langsung pak," ungkap Purwito kepada petugas.

Pantauan merdeka.com, lokasi proyek dari arah kantor Gubernuran tidak dilengkapi papan informasi yang menunjukkan keberadaan proyek. Kondisi itu menyebabkan pengendara besar berisik terjadi kecelakaan.

Usai kejadian, lokasi proyek langsung dipasang police line oleh petugas dari Polrestabes Semarang. Selain karena telah terjadi kecelakaan yang menewaskan Sukijo sekaligus sebagai tanda peringatan kepada pemakai jalan untuk berhati-hati. (mdk/ren)

Bulan madu wisatawan India tewas saat arung jeram di Gianyar

3 Hari tenggelam, jasad siswa SD ditemukan di Cisadane

Terduga pengedar sabu tewas tenggelam saat kabur

Cari ikan, bocah kelas 3 SD tenggelam di Sungai Cisadane

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.