Kalah praperadilan oleh Bupati Nganjuk, KPK koordinasi dengan Kejagung

Kalah praperadilan oleh Bupati Nganjuk, KPK koordinasi dengan Kejagung
Alexander Marwata. ©2015 merdeka.com/arie basuki
NEWS | 13 September 2017 13:41 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata melakukan kunjungan ke Kejaksaan Agung. Kunjungan Marwata ke Kejagung dalam rangka untuk melakukan supervisi dan koordinasi bersama dengan Kejagung.

"Dalam rangka koordinasi dan supervisi. Kan kewenangan KPK itu mekanismenya salah satunya untuk bekerjasama dengan Kejaksaan dan Kepolisian. Ya kita memperoleh kepercayaan bagi pemberantasan korupsi," kata Marwata di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (13/9).

Kunjungan Marwata selain untuk melakukan supervisi dan kordinasi, juga untuk membicarakan beberapa kasus. Selain itu juga, ada beberapa berkas di KPK yang sudah dilimpahkan ke Kejakasaan Agung.

"Banyak sekali. Enggak hanya menyangkut kasus. Koordinasi supervisi kan enggak hanya menyangkut kasus. Kita harus bekerja sama kan ada beberapa berkas yang kita limpahkan ke Kejaksaan. Kita koordinasikan, tapi nanti pada pelaksanaannya dilakukan Kejaksaan dan supervisi dari KPK," ujarnya.

Salah satu supervisi yang akan dilakukan oleh KPK yaitu ketika KPK kalah dalam praperadilan yang diajukan Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman. Oleh sebab itulah, KPK melakukan supervisi dan koordinasi dengan Kejagung.

"Ya kan harus kita laksanakan. Kan enggak ada upaya hukum lagi kan putusan dari praperadilan kan berkas harus di serahkan ke kejaksaan. Nah itu yang akan dilaksanakan," ucapnya.

"Ya kan kita melaksanakan putusan praperadilan. Makanya kita limpahkan ke Kejaksaan supaya diteruskan. Nah kita supervisi, kita kan mengawal kepada kejaksaan. Harapannya begitu masalahnya kita berikan dukungan juga ke Kejaksaan," sambung Marwata.

Sementara itu, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Warih Sadono menjelaskan bahwa pertemuan siang ini di Kejagung dalam rangka koordinasi peguatan di Kejaksaan dan di KPK.

"Jadi tadi pembicaraannya adalah dalam rangka koordinasi penguatan-penguatan di Kejaksaan dan di KPK. Nganjuk itu hanya salah satu dari diskusi yang ada terkait putusan praperadilan," ujar Warih.

"Jadi ada rencana kita ke depan untuk penguatan penegakan hukum. Nah putusan praperadilan ini hari diserahkan, itu hanya salah satu dan kita akan diskusi. Prinsipnya nanti kita akan menerima dan kita akan diskusikan lebih mendalam ke depan bagaimana belum ada rencana SP3 itu enggak ada," sambung Warih.

Warih pun menghormati apa yang sudah menjadi putusan hakim pada saat praperadilan yang diajukan oleh Taufiqurrahman. Meski kalah, pihaknya bersama KPK akan melanjutkan kembali kasus tersebut.

"Putusan praperadilan itu wajib kita hormati. Jdi bukan SP3, karena memang putusan praperadilan wajib kita laksanakan bukan berarti KPK meng-sp3 tapi penyidikan oleh putusan praperadilan tidak bisa dilanjutkan. Nah ini kita lanjutkan," ucapnya.

Dengan melanjutkan kasus yang menimpa Taufiqurrahman, pihaknya akan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru. Tapi, hal itu akan diperljarinya terlebih dahulu sembelum menerbitkan sprindik baru.

"Nanti kita akan pelajari, diskusikan tindak lanjutnya bagaimana. Masih banyak kemungkinan yang msh bisa kita diskusiin. Intinya bagaimana penegakan korupsi itu bisa berjalan gitu loh dan menghormati putusan praperadilan. Nanti kita lihat yaa untuk sprindik baru. Kan masih baru diskusinya," tandasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:

Pansus KPK minta DPR surati Jokowi untuk konsultasi

Kasus penyiraman Novel lima bulan mandek, Jokowi diminta tegur Kapolri

Dalami kasus suap rumah sakit di Tegal, KPK kembali periksa Amir Mirza

KPK tegaskan lanjutkan OTT meski dinilai bikin gaduh

Surat permintaan penundaan pemeriksaan Setnov diteken Fadli Zon

Fadli Zon sebut surat permintaan penundaan pemeriksaan Setnov aspirasi masyarakat

Ini yang akan dibahas oleh SBY saat bertemu dengan pimpinan KPK

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami