Kalau Perlu, Jokowi Akan Jemput WNI Korban Perdagangan Orang

PERISTIWA | 18 Juli 2019 21:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan korban kasus perdagangan manusia atau human trafficking kepada Presiden Jokowi. Hal ini disampaikan Ketua Umum PSI Grace Natalie saat bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/7).

"Tadi kami sampaikan kepada beliau berbagai update, termasuk yang kami advokasi terkait dengan ada sejumlah perempuan Indonesia yang jadi korban human trafficking dan masih tertahan di luar negeri, belum bisa pulang," jelas Grace usai pertemuan.

Menurut Grace, Jokowi sangat peduli dengan kasus tersebut. Grace mengatakan mantan Gubenur DKI Jakarta itu langsung menelepon Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mengurus masalah ini.

"Tadi kami sampaikan dan beliau langsung telepon menlu agar segera diurus," ujarnya.

Grace mengatakan, Jokowi heran kasus yang dialami sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) ini belum juga tuntas. Padahal, kasus perdagangan manusia tersebut telah bergulir sejak lama.

Untuk itu, Jokowi siap menjemput para korban tersebut jika diperlukan. Mantan Walikota Solo itu pun telah meminta Menlu agar segera memulangkan para korban ke tanah air.

"Beliau bilang, "Oh ya, saya sudah pernah dengar yg ini, masa belum pulang?". Jadi langsung minta ajudan telepon ke Menlu, tadi kita mendengar beliau kasih instruksi ini harus segera dipulangkan, "Kalau perlu saya jemput", begitu kata beliau," tutur Grace.

Dia menjelaskan bahwa para korban tersebut umumnya berasal dari Jawa Barat dan telah setahun berada di China. Meski saat ini berada di KBRI Beijing, namun para korban tak bisa kembali ke Indonesia.

"Jadi mereka ditipu, mau dapat pekerjaan, gataunya begitu sampai sana mereka dikawini, diperlakukan, dipaksa berhubungan yang tidak normal, dan kayak tahanan. Dikasih makan lewat jendela dan sebagainya. Itu sudah setahun mandek," katanya.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com

(mdk/noe)