Kamar Penuh, Pasien DBD Dirawat di Selasar RSU Tangsel

PERISTIWA | 31 Januari 2019 13:16 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Empat pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RSU Kota Tangerang Selatan dirawat di selasar kamar perawatan anak pavilion anggrek, Kamis (31/1). Kapasitas kamar rawat inap (ranap) yang terbatas membuat pasien terpaksa di selasar.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Kota Tangsel Imbar Umar Gazali menjelaskan, saat ini kapasitas ruang ranap di RSU Tangsel baru bisa menampung 170 pasien.

Sementara RSU juga tidak memliki kamar khusus pasien DBD, sehingga menempati pavilion rawat anak.

"Kami memang tidak ada fasilitas kamar khusus DBD, maka kami tempatkan saat ini di ranap pavilion anak. Karena kami juga tidak bisa menolak pasien, maka pasien yang masuk saat ini baru bisa terlayani di selasar pavilion anak. Nanti kalau sudah ada yang kosong pasien selanjutnya akan kami rawat di kamar itu," ucap Imbar, Kamis (31/1).

Saat ini, RSU Tangsel melayani sedikitnya 22 pasien penderita DBD. Jumlah ini bertambah sebanyak sembilan orang sejak Rabu (30/1) kemarin.

"Kemarin masih 15 orang, lalu ada yang pulang dua orang, dan bertambah sembilan orang. Jadi total hari ini kami tangani 22 pasien," ucap dia.

Diterangkan dia, pasien yang sudah menjalani perawatan di RSU berangsur membaik. Biasanya penderita DBD menjalani perawatan selama lima hari di RS.

"Biasanya mereka dirawat selama lima hari, tentu kami melihat semua hasil pemeriksaan rutin dari trombosit pasien. Jika trombosit sudah mulai naik dan melewati masa kritis itu kami izinkan pulang," kata Imbar.

Diungkapkan Imbar, dari 22 pasien DBD yang dirawat, 17 orang diantaranya adalah warga Tangsel dan lima orang yang dari luar Tangsel. "Ini belum tahu kalau ada yang di IGD. 22 itu yang di ranap saja," ucap Imbar. (mdk/cob)

Baca juga:
Dinkes Jateng Tetapkan Lima Daerah Waspada DBD Usai 12 Warga Meninggal Dunia
RSUD Pasar Minggu Rawat 233 Pasien DBD
Tangani DBD, Pemprov DKI Luncurkan Aplikasi DBDklim
Anies Keluarkan Ingub Antisipasi Peningkatan Kasus DBD di Jakarta
Anies Perintahkan Lurah dan Camat Percepat Penanganan DBD
220 Warga Banten Menderita DBD, 3 Orang Meninggal

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.