KAMI Pertimbangkan Ajukan Praperadilan dan Lapor Komnas HAM

KAMI Pertimbangkan Ajukan Praperadilan dan Lapor Komnas HAM
Fraksi PPP Ahmad Yani. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko
NEWS | 17 Oktober 2020 17:48 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani mengatakan, telah mempersiapkan langkah-langkah hukum terhadap beberapa aktivis KAMI yang ditangkap polisi di Medan dan Jakarta. KAMI berencana mengajukan praperadilan dan melapor Komnas HAM terkait penangkapan aktivisnya.

"Kita siap lakukan pendampingan hukum dan kita sudah melihat ada kejanggalan itu. Nah kita sedang memikirkan langkah hukum, untuk bisa kita buat pada praperadilan, kita bisa melaporkan kepada Propam, Komnas maupun Kompolnas," kata Amhad saat dihubungi Sabtu (17/10).

Namun untuk saat ini, Ahmad mengatakan pemberian pendampingan dan bantuan hukum baru diberikan untuk proses surat kuasa kepada dua aktivis KAMI yakni Anton Permana dan Syahganda Nainggolan, karena terdapat kesulitan akses untuk bertemu.

"Nah khusus Pak Jumhur Hidayat itu kita sudah buatkan surat kuasa dan diberikan kepada istirnya tapi sampai sekarang masih belum balik. Bahkan, katanya Pak Jumhur Hidayat sudah ada pengacara, tapi kita belum tahu siapa pengacara yang ditunjuk itu, keluarganya tidak tahu dan kita juga tidak tahu," katanya.

"Sudah kita buatkan tapi belum ditanda tangani, karena sampai saat ini kita belum bisa mengakses. Padahal kita sudah minta istrinya menemui saat hari besuk Kamis, tapi tetap tidak bisa mengakses masuk," lanjutnya.

Atas hal tersebut, Ahmad merasa terdapat kesulitan mengakses guna memberikan pendampingan hukum terhadap aktivis-aktivis KAMI yang ditahan oleh kepolisian.

"Kemarin mencoba lagi untuk datang ke Mabes Polri, jangankan masuk ke kantor Bareskrim. Masuk gerbang utamanya saja tidak boleh, padahal sudah atas nama keluarga apalagi atas nama KAMI," tuturnya.

Termasuk kepada aktivis KAMI yang ditangkap di Medan, Ahmad memastikan tetap memberikan pendampingan hukum terhadap mereka. Walaupun sampai saat ini masih mengalami kendala akses untuk bertemu.

"Nah untuk kelima dari Medan yang memang ada satu presidium KAMI di Medan dan yang empatnya kita tidak tahu statusnya apakah deklarator juga atau apa kami tidak mengerti. Karena organisasi ini kan sifatnya jejaring, tetapi walaupun sifatnya jejaring, tetap KAMI siap memberikan bantuan hukum dan pembelaan," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Polisi Tangkap 8 Aktivis KAMI...

Halaman

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami