Kampung Tangguh Diklaim Jadi Faktor Sukses PSBB di Malang Raya

Kampung Tangguh Diklaim Jadi Faktor Sukses PSBB di Malang Raya
PERISTIWA » MALANG | 29 Mei 2020 00:44 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk kawasan Malang Raya diputuskan hanya berlangsung sekali saja, alias tidak diperpanjang. Hal ini, dikaitkan dengan suksesnya program kampung tangguh yang turut menyumbang pengontrolan penyebaran Covid-19 di Malang Raya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, sejak diselenggarakannya PSBB Malang Raya pada 17 Mei lalu, jajaran Forkopimda Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu) terus membentuk Kampung Tangguh.

Pada pelaksanaannya, Kampung Tangguh yang keberadaannya didukung penuh oleh seluruh masyarakat itu tercatat efektif dalam menekan penyebaran virus Covid-19.

"Ini adalah role model yang bisa diaplikasi di mana saja bahwa solidaritas sosial dan modal sosial akan menjadi kekuatan yang besar bagi kita untuk bersama-sama membangun komitmen, menghentikan penyebaran Covid-19 di Malang Raya, Jawa Timur dan Indonesia," kata Khofifah, Kamis (28/5).

Kampung Tangguh pertama, di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Di lokasi ini, ada Lumbung Pangan Mandiri, yang dapat menopang Kampung Tangguh lainnya di Kota Batu.

Di kampung ini, juga ada petugas tertib administrasi, di mana orang yang keluar maupun masuk kampung, tercatat dengan baik. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan makanan, warga yang mampu menyumbang sayur, sedangkan yang membutuhkan bisa mengambil seperlunya.

"Ada tempat dimana akan menjadi transit sementara, bagi mereka yang kemungkinan terkonversi dari rapid test dan seterusnya, semua disiapkan," tuturnya.

Kampung Tangguh kedua adalah di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Di desa ini, ketersediaan peralatan APD, ketercukupan sembako di Lumbung pangan, serta Ruang isolasi dan pemeriksaan pendatang, sudah sangat baik.

Sedangkan Kampung Tangguh ketiga, di Kelurahan Purwantoro, Kec Blimbing, Kota Malang. Disini, juga ada kecukupan sembako di Lumbung Pangan, melihat lokasi Melijo gratis dari warga yang mampu untuk warga tidak mampu.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama tiga kepala daerah Malang Raya dan jajaran Forkopimda Jatim memutuskan bahwa PSBB Malang Raya akan berakhir pada 30 Mei mendatang. Untuk Malang Raya, Gubernur memutuskan cukup sekali saja melakukan PSBB.

"PSBB Malang Raya cukup sekali saja dan kita akan masuk pada masa transisi pasca PSBB. Transisi menuju New Normal Life," ungkapnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Ridwan Kamil Perpanjangan PSBB Bogor, Depok dan Bekasi Selama 6 Hari
100 Warga Semarang Diganjar Push Up karena Tak Pakai Masker dan Berkerumun
Harga Produk Perikanan Anjlok 50 Persen Bikin Pendapatan Nelayan Turun
Ombudsman Nilai Harusnya Pemprov DKI Keluarkan Perda Anggar PSBB Efektif
Pemkot Depok Usulkan Perpanjangan PSBB hingga 4 Juni
Mekanisme New Normal di Jabar Belum Rampung, Sejumlah Daerah ingin Lanjutkan PSBB

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5