Kampus Tutup Usai 2 Pejabat Meninggal Akibat Corona, UNS Tetap Gelar Wisuda

Kampus Tutup Usai 2 Pejabat Meninggal Akibat Corona, UNS Tetap Gelar Wisuda
PERISTIWA | 23 Oktober 2020 03:00 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Suasana duka masih menyelimuti kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Setelah dua orang pejabat meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi UNS untuk menggelar wisuda mahasiswa. Meskipun sejumlah gedung, termasuk gedung pusat dan sejumlah fasilitas harus ditutup.

Sesuai jadwal, wisuda akan dilaksanakan Sabtu (24/10) mendatang. Jika sebelumnya wisuda dilakukan secara luring dan daring maka untuk kali ini semuanya akan dilakukan secara daring.

"Wisuda kali ini, semuanya akan kita lakukan secara daring karena situasi dan kondisi. Sebelumnya kami merencanakan wisuda dilakukan secara luring dan daring dengan ada perwakilan 28 mahasiswa yang diwisuda luring," jelas Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho, kepada wartawan, Kamis (22/10).

Jamal menjelaskan, ke-28 perwakilan wisudawan daring tersebut sebagai simbol Hari Sumpah Pemuda yang diperingati tanggal 28 Oktober. Namun dengan adanya kebijakan pembatasan aktivitas di kampus UNS maka semuanya dilakukan secara daring.

Deputi Humas UNS, Deddy Winata Kardiyanto, menambahkan wisuda dilakukan seluruhnya secara daring demi keselamatan dan menjaga kesehatan serta memutus rantai penularan virus Covid-19.

"Semuanya daring tidak ada aktivitas wisuda di kampus," terangnya.

Menurut Deddy, saat ini kampus UNS sedang diberlakukan pembatasan aktivitas selama 7 hari hingga tanggal 27 Oktober mendatang. Pegawai di lingkungan kampus tetap melaksanakan tugas mereka secara work from home (WFH).

"Ada juga pegawai yang masuk kantor tapi dibatasi karena sesuai penjadwalan," jelas Deddy.

Sebelumnya, Rektor UNS mengeluarkan Surat Pemberitahuan tentang Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas dan Sistem Kerja Pegawai di UNS. Setelah memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Solo, termasuk di lingkungan UNS.

Pembatasan ini tidak hanya pada kegiatan akademik, namun UNS juga membatasi penggunaan fasilitas umum, seperti sarana olahraga, tempat ibadah, dan sarana prasarana umum lainnya. Untuk aktivitas perkantoran tetap berjalan dengan fleksibilitas pengaturan personil dan jam kerja.

Selain itu, kegiatan penelitian, praktikum, dan kegiatan akademik lainnya, yang sudah terjadwal dapat dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat atau dijadwal ulang. (mdk/rhm)

Baca juga:
Ini Skenario Prioritas Penerima 9 Juta Vaksin Covid-19 Impor
Satgas Ungkap Penyebab Vaksin Covid-19 Tak Bisa Gratis Sepenuhnya
IDI Ungkap Strategi Perbaikan Sistem Kesehatan Nasional di Masa Pandemi Covid-19
JK Sebut Penemu Vaksin dan Obat Covid-19 Layak Dapat Penghargaan Kemanusiaan
Tuntutan Petugas Ambulans ke Anies: Pencairan BPJS hingga APD yang Layak
Khawatir Pilkada Jadi Klaster Covid-19, Bawaslu Kumpulkan Parpol dan Tokoh

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami