Kapal Motor yang Jadi Barang Sitaan Kasus Korupsi Dicuri di Perairan Puloampel

PERISTIWA | 28 Mei 2019 13:11 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Barang bukti kasus korupsi titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat Kapal Motor (KM) Kayu Eboni, senilai Rp40 miliar yang tengah berlabuh di Perairan Puloampel, Kabupaten Serang raib dicuri. Kini kasus ini telah dilaporkan ke Polda Banten.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan RI, Agung Mukri membenarkan adanya dugaan pencurian barang bukti korupsi sitaan Kejari Jakarta Pusat tersebut. Pencurian itu dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai pemilik kapal.

"Barang bukti itu Kapal Eboni sudah dirampas oleh negara, dititipkan ke PT PAN untuk perawatan dan kita masih proses lelang. Ternyata ada yang mengaku-ngaku pemilik yang sah dengan menunjukkan dokumen-dokumen," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (28/5).

Berdasarkan informasi, pencurian barang bukti KM Kayu Eboni itu terjadi pada Kamis (23/5) sekitar pukul 21.30 WIB. Sebelumnya barang bukti yang tengah keadaan black out atau mati mesin dititipkan ke PT Archo Cipta Mandiri di Perairan Puloampel.

Di hari yang sama, dua kapal tugboat dengan nama lampung Neolitus 01 dan Dragon Net II merapat ke lambung KM Kayu Eboni yang tengah dijaga dua orang petugas dari perusahaan yang menerima titipan barang bukti tersebut. Saat merapat, tujuh orang yang tidak diketahui identitasnya naik ke atas KM Kayu Eboni.

Di sana ketujuh orang itu kemudian meminta izin kepada kedua petugas tersebut untuk menarik kapal sitaan Kejari Jakarta Pusat tersebut. Ketujuh orang itu kemudian memotong rantai kapal dengan menggunakan alat potong las. Selanjutnya dua kapal tugboat itu menarik kapal itu dengan menggunakan tali tambang ke arah Perairan Salira.

Saat dilakukan penarikan paksa tersebut, diduga ada dua kapal patroli yang ikut melakukan pengawalan. "Jadi itu ceritanya. Ketika kita masih tahap proses lelang," katanya.

Untuk diketahui, KM Kayu Eboni merupakan sitaan negara dalam kasus pemberian kredit oleh Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) ke PT Meranti. Penyidik telah memeriksa dokumen kerjasama PT PANN dengan Meranti Group.

Hasilnya ditemukan dugaan tindak pidana berupa mark up dalam pemberian fasilitas keuangan negara untuk pembelian kapal yang dilakukan oleh PT Meranti Maritime dan PT Meranti Bahari. (mdk/ray)

Baca juga:
KPK Lelang 14 Barang Rampasan Fuad Amin, Ada Tanah Sampai Motor Kawasaki
KPK Lelang 2 Kendaraan Milik Zumi Zola
KPK Serahkan Aset Akil Mochtar ke KPKNL Pontianak
KPK Serahkan Aset Sitaan Rumah Akil Mochtar ke KPKNL Pontianak
Dilelang KPK, Tanah Milik Luthfi Hasan Ishaaq di Bogor Laku Rp 1 Miliar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.