Kapolda Jateng Cek Kondisi Pengungsi Gunung Merapi di Klaten

Kapolda Jateng Cek Kondisi Pengungsi Gunung Merapi di Klaten
PERISTIWA » MALANG | 11 November 2020 15:18 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Ahmad Lutfi, mengunjungi lokasi pengungsian di lereng Merapi Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Rabu (11/11). Mantan Kapolresta Surakarta itu didampingi sejumlah pejabat utama Polda di antaranya Dirlantas, Dirsabhara, Kabid Dokkes, Karolog, Dansat Brimob, Kabid Propam dan Kabid Humas.

Tiba pukul 11.30 WIB, Kapolda Jateng langsung melakukan pengecekan ruang CCTV dan seismograf yang digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Merapi. Di ruang tersebut Kapolda dan jajaran juga melakukan koordinasi dengan kepala BPBD Klaten terkait tata kelola penanganan erupsi Merapi. Baik jalur evakuasi, sarana prasarana evakuasi, hingga penanganan di lokasi pengungsian.

Usai mengecek alat pantau, rombongan kemudian melakukan pengecekan kondisi pengungsi. Di ruang Aula Balai Desa ini terdapat 88 pengungsi dari warga Desa Balerante yang terdiri dari 10 balita, 11 anak-anak, 26 lansia, 3 ibu hamil dan menyusui, 2 warga sakit, 3 disabilitas dan 33 dewasa. Mereka sudah menempati lokasi pengungsian sejak 5 hari lalu.

“Kedatangan kami dalam rangka operasi Aman Nusa untuk menangani Covid-19 dan berbagai kejadian kontijensi lainnya seperti erupsi Gunung Merapi. Penanganan pengungsi di sini harus mengutamakan aspek protokol kesehatan. Baik itu masyarakat maupun petugasnya,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, pihaknya tidak mau dalam bencana (erupsi merapi) ini akan timbul klaster baru. Sehingga pihaknya memerintahkan Kabid Dokkes untuk bersama dinas kesehatan terkait, mengawasi masyarakat terdampak.

Kapolda juga menekankan agar penanganan bencana Merapi menggunakan kearifan lokal. Yakni dengan melibatkan masyarakat lokal untuk menjadi relawan. Hal ini dinilai lebih menguntungkan karena masyarakat lokal sangat paham dengan kondisi lapangan.

"Ini sudah menjadi kesepakatan BPBD, relawan dan masyarakat setempat. Contohnya di Balerante ini Kepala Desanya paham betul kondisi desanya tentunya tetap dibackup TNI-Polri. Yang jelas Polres, Kodim dan Pemda sudah siap dalam rangka menangani erupsi Merapi," papar dia.

Terkait evakuasi ternak, Kapolda menjelaskan bahwa atas inisiatif Kapolres dan para relawan, ternak-ternak ini sudah disiapkan lokasi khusus. Di lokasi ini nantinya akan ada petugas jaga. Kesiapan evakuasi mandiri, menurutnya sudah sangat baik.

“Masyarakat sudah dilatihkan untuk menyiagakan kendaraan pribadinya. Jika sewaktu-waktu harus evakuasi darurat termasuk kesiapan sarana evakuasi massal mandiri,” katanya lagi. (mdk/ray)

Baca juga:
Polda DIY Mengerahkan 3.500 Personel untuk Kesiapsiagaan Bencana
Antisipasi Erupsi Merapi, Candi Borobudur Ditutup Terpal
Memprihatinkan, Ini 5 Potret Kondisi Jalur Evakuasi di Lereng Merapi
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Kekurangan Masker Medis
Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Sejauh 700 Meter

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami