Kapolda Jatim akan Jemput Sendiri Veronica Koman Jika Pulang Ke Indonesia

PERISTIWA | 21 November 2019 17:15 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kasus penyebaran hoaks dan provokasi insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dengan tersangka Veronica Koman hingga kini masih belum tuntas. Sebab, Veronica saat masih berada di luar negeri, meski sudah dipanggil melalui surat oleh Polda Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bahkan memastikan, jika Veronica pulang ke Indonesia, maka dirinya sendiri lah yang akan datang menjemput.

"Yang jelas dia datang ke sini, kalau ada dia di Jakarta akan saya sendiri nanti yang jemput," katanya, Kamis (21/11).

Ia menambahkan, sampai saat ini proses hukum terhadap pengacara hak asasi manusia itu masih berjalan. Namun, untuk saat ini hubungan dan koordinasi terkait dengan Veronica Koman masih di tingkat atas (pemerintah).

"Yang jelas kalau dia (Veronica datang) kita (Polda Jatim) yang menangani. Sekarang untuk hubungan dan koordinasi terkait veronica koman ini ada di tingkat atas. Tapi apabila yang bersangkutan datang kasusnya kita yang menangani, karena yang paham kasusnya, penyidiknya itu di sini semua," ungkapnya.

Upaya Pemulangan Veronica

Terkait dengan upaya 'mendatangkan' Veronica, Kapolda menyatakan hingga saat ini negara yang melakukan komunikasi itu dengan negara tempat Veronica berada. Pendekatan dan komunikasi masih terus diupayakan oleh Indonesia.

"Ya kan levelnya pemerintah kita dan Australia, dan ada langkah-langkah dari negara, tetap kita akan melakukan pendekatan-pendekatan. Yang jelas kalau dia datang ke sini ya akan kita proses.

Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim karena dianggap telah menyebarkan hoaks dan provokasi terkait dengan insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Pengacara hak asasi manusia yang berfokus kepada isu-isu Papua, ini pun dijerat dengan undang-undang berlapis, yakni, UU ITE, KUHP pasal 160, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008.

(mdk/bal)