Kapolda Kepri sebut belanja di Batam mengikuti harga mata uang asing

Kapolda Kepri sebut belanja di Batam mengikuti harga mata uang asing
PERISTIWA | 25 Maret 2016 05:01 Reporter : Martin Laurel

Merdeka.com - Kejahatan keuangan dengan modus transaksi mata uang asing terjadi di Batam. Banyak pengusaha ditemukan di pusat perbelanjaan enggan bertransaksi dengan rupiah.

"Kalau beli handphone, ditanya harganya berapa, tergantung kepada perhitungan dolar (Amerika). Tangkap saja itu jangan takut-takut," ujar Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian memerintah kepada para penyidik, Kamis (24/3).

Jendral bintang satu ini menyebutkan tantangan kerja polri ke depan semakin berat. Selain permasalahan valuta asing yang menggerogoti sektor ekonomi, letak geografis Kepri mengakibatkan derasnya pertukaran uang dan peredaran uang palsu.

Terkait peredaran uang palsu di Kepri khususnya Batam memang sulit diberantas. Sam beralasan, masyarakat di Batam enggan melaporkan kejadian tersebut.

"Karena keengganan itu peredaran uang palsu di masyarakat sulit diberantas," katanya lagi.

Rasa enggan masyarakat melaporkan, sambungnya, menjadi kontradiktif pemutusan mata rantai peredaran uang palsu di Batam. "Masyarakat justru ikut membelanjakan uang palsu dari pada melaporkan" ungkapnya. (mdk/ang)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami