Kapolda Metro Anyar: Suhu Panas Politik Tidak Boleh Kebablasan

PERISTIWA | 25 Januari 2019 11:17 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengungkapkan, tugasnya kali ini lebih berat. Sebab, 2019 adalah tahun politik yang mana dirinya harus bisa menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Mudah-mudahan ini adalah awal dari kesejukan kita semua. Aminnnn. Karena kita berada di tahun demokratis. Orang bilang tahun politik di mana terjadi kontestasi politik. Kalau kontestasi politik itu ada pihak-pihak yang ingin menang," kata Gatot di Mapolda Metro Jaya usai lakukan pisah sambut, Jumat (25/1).

Katanya, ia berharap seluruh masyarakat yang merayakan tahun politik ini tidak perlu berlebihan.

"Suhu panas terpolarisasi tapi tidak boleh kebablasan. Harus didinginkan. Kalau kebablasan bisa terjadi konflik sosial. Ini yang kita jaga. Mudah-mudahan suasana ini terjadi dingin sejuk sampai selesai pemilu 2019 nantinya," harapannya.

Pun Irjen Idham Azis pendahulunya, disebut Gatot sudah menjaga keamanan ibu kota di tahun politik dengan baik.

"Kalau tugas beliau (Idham Azis) kalau saya tidak salah dengar 546 hari. Itu bukan waktu yang singkat. Beliau mampu mengamankan ibu kota. ibu kota sebagai pusat segala-segalanya. Pusat kehidupan sosial politik, sosial ekonomi dan sebagainya. di situ bertumpu semua, di situ beliau berhasil, beliau mendapatkan promosi sebagai Kabareksrim. Kita berikan applause," katanya.

Baca juga:
Kasus Mandek & Berhasil Diungkap di Era Kapolda Metro Irjen Idham Azis
Jadi Kapolda Metro, Irjen Gatot Diharapkan Berantas Isu SARA Saat Pemilu
Mengenal Idham Azis, Jenderal Berpengalaman di Bidang Teror Kini jadi Kabareskrim
Polda Metro Jaya Ringkus 4 Pelaku Pengoplosan Gas Elpiji
Kapolri Rotasi Jenderal, Idham Azis Jadi Kabareskrim, Gatot Eddy Jabat Kapolda Metro
Sosialisasi Keselamatan Berkendara, Polda Metro Gandeng Artis Sasar Milenial

(mdk/rhm)