Kapolda Metro Minta Intelijen Deteksi Dini Kerawanan Jelang Pelantikan Presiden

PERISTIWA | 9 Oktober 2019 15:17 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Edy Pramono ingin agar tim intelijen bisa mendeteksi secara dini hal-hal yang akan terjadi saat pelantikan presiden-wakil presiden terpilih. Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan dilantik pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Ia juga meminta kepada anggotanya untuk menyiapkan pengamanan dalam pelantikan presiden mendatang dan dapat melihat situasi-situasi kerawanan saat pelantikan presiden berlangsung.

"Sebentar lagi tanggal 20 ada pelantikan Bapak Presiden, Bapak Jokowi dan Bapak KH Ma'ruf Amin sebagai presiden yang terpilih di pemilu yang baru," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10).

"Rekan-rekan sudah ketahui potensi kerawanan apa yang sudah kita hadapi. Mari kita persiapkan semuanya dengan baik," sambungnya.

Ia menegaskan, untuk para tim intelijen Polda Metro Jaya sudah mulai melakukan deteksi dini tentang apa saja yang akan terjadi saat pelantikan presiden berlangsung. Hal itu untuk mengantisipasi para anggota yang akan melakukan pengamanan.

"Intelijen tolong dilakukan deteksi dini tentang hal apa yang akan terjadi. Kemudian Karo Ops siapkan langkah keamanan agar siap mengantisipasi sehingga kita enggak terdadak," tegasnya.

Gatot mengungkapkan, hal tersebut ia minta kepada anggotanya agar gangguan-gangguan yang akan muncul nanti dapat diminimalisir.

"Kalau kita terdadak itu enggak baik dan enggak bagus. Tetapi kalau kita sudah antisipasi semuanya, kita dapat minimalisir gangguan yang lebih besar," ungkapnya.

Baca juga:
Prabowo Kemungkinan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin
Rapim MPR Bahas Persiapan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Jaga Citra Bangsa, Bamsoet Minta Mahasiswa Tidak Demo Saat Pelantikan Jokowi
Ketua MPR soal Pelantikan Presiden Diundur Sore: Ada Ibadah dan CFD
MPR Gelar Rapat Bahas AKD dan Pelantikan Presiden

(mdk/eko)