Kapolda Sulawesi Barat Minta Maaf soal Keributan Danki Brimob dan Warga di Polman

PERISTIWA | 22 Januari 2020 09:11 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Kapolda Sulawesi Barat, Brigjen Pol Baharuddin Djafar menyayangkan insiden ribut antara Komandan Kompi (Danki) Brimob Batalyon A Polman, Ipda Ojan Prabowo, dengan warga. Dia juga meminta maaf pada masyarakat.

"Saya sudah sampaikan permintaan maaf kepada masyarakat," kata Baharuddin Djafar yang dikonfirmasi, Selasa, (21/1).

Keributan itu terjadi di lokasi wisata pemandian Salu Pajaan di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polman, Sulawesi Barat, pada Senin (20/1) kemarin.

Keributan terjadi gara-gara karcis masuk di lokasi wisata tersebut. Bahkan sekelompok personel polisi sempat datang ke lokasi untuk melepaskan Ipda Ojan dari sandera warga. Sampai terdengar tembakan dan hal ini juga diakui Kapolda.

"Kapolres Polman telah mendamaikan kedua belah pihak tapi tidak berarti kasus ini selesai karena oknum Danki Brimob ini akan diperiksa internal dan saat ini dia sudah ada di Mapolda untuk menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Sebenarnya, kata Baharuddin, hal yang wajar bila anggota polisi mempertanyakan apakah pungutan yang diberlakukan untuk pengunjung legal atau tidak. Hanya saja, mungkin cara bertanya yang dilakukan anak buahnya tidak pantas sehingga menimbulkan keributan.

"Seharusnya kalau menemukan kesalahan di situ (lokasi wisata), dia tidak ribut dengan pengelola. Harusnya dia bilang ke Polsek atau Polres bahwa di situ ada pungli, tidak usah menangani sendiri," tegas Baharuddin Djafar.

1 dari 1 halaman

Seperti diberitakan sebelumnya, kronologi kejadian bermula saat Herman (38) tukang parkir tempat wisata minta uang retribusi. Tapi karena salah seorang kerabat Ipda Ojan yang ada di atas mobil menyahut kalau kedatangannya atas undangan ibu Yuliani, mereka lalu diperkenankan masuk.

"Setelah memarkir kendaraan, korban, (Ipda Ojan) menuju lokasi parkiran untuk menanyakan perihal legalitas pungutan parkir yang dilakukan masyarakat karena Herman hanya meminta uang namun tidak memiliki karcis. Terjadi adu mulut antara keduanya sehingga memancing perhatian warga kemudian berdatangan dan langsung mengeroyok korban," jelas Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.

Saat itu, warga sudah mencoba melerai namun kondisi malah semakin panas sampai ada yang terluka. Keributan berakhir setelah personel gabungan tiba dan mengevakuasi Ipda Ojan dan kerabat. (mdk/lia)

Baca juga:
6 Potret Kedekatan Tahanan dan Polisi, Curhat Sepi di Penjara Sendirian
Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu
Polda Metro Jaya: Kasat Reskrim Polrestro Jaksel Tidak Terbukti Peras Rp1 Miliar
Penjelasan Pelapor Soal Pengakuan Diperas Rp1 M oleh Penyidik Polres Jaksel
Budianto Klarifikasi Soal Pemerasan Rp1 Miliar oleh Penyidik Polres Jaksel ke Propam
Penyelidikan Dugaan Penyidik Polres Jaksel Peras Pelapor Diharapkan Transparan

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.