Kapolda Sumut Berharap Ungkap Pembunuhan Hakim Sebelum Dilantik Kabaharkam

PERISTIWA | 9 Desember 2019 14:41 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kasus pembunuhan terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55), masih menjadi misteri. Namun, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, berharap kasus itu dapat terungkap sebelum dia resmi menjabat Kabaharkam.

"Saya mohon doa restu mudah mudahan dapat terungkap sebelum saya pindah," ujar Agus di Mapolrestabes Medan, Senin (9/12).

Dia mengatakan, penanganan kasus itu bergantung pada alat bukti dan saksi. Penyidik masih mendalami informasi yang ada, alibi, hasil analisa, hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan bukti-bukti lain.

Jenderal berbintang dua ini juga menyatakan kasus pembunuhan itu tidak ada kaitan dengan perkara yang ditangani Jamaluddin. "Tapi yang pasti motifnya bukan karena penanganan perkara," ucapnya.

Meskipun sudah dapat menduga kasus dan keterkaitannya, namun penetapan tersangka tidak boleh sembarangan. "Supaya kita jangan sampai salah menduga orang, menempatkan orang sebagai tersangka, karena dampaknya kepada orang dan keluarga," ujar Agus.

1 dari 2 halaman

Kasus Hakim Jamaluddin jadi PR Polda Sumut

Sejauh ini, sudah 25 saksi yang dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan Jamaluddin. Namun belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.

Terkait hasil pemeriksaan forensik yang menyebut korban meninggal antara 12 sampai 20 jam sebelum diautopsi, Agus belum bisa menyimpulkan waktu pasti dan lokasi pembunuhannya. "Itu kan antara, bisa dalam rentang waktu itu, tapi tida bisa kita pastikan bahwa itu 20 jam, tapi antara tentang waktu itu. Jadi hasil labfor dan pemeriksaan dokter forensik akan kita periksa lagi," ujarnya.

Agus mengakui pembunuhan terhadap Jamluddin masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi institusinya. Namun bukan berarti timnya tidak bekerja. "Kita tidak punya niat untuk menghambat apalagi menutupi hasil penyelidikan. Kita lebih senang perkara itu terungkap, supaya kita bisa sampaikan ke publik," ujarnya.

Dia pun meminta maaf kepada masyarakat karena kasus pembunuhan terhadap Jamaluddin belum terungkap. "Saya mohon maaf masih banyak mungkin PR yang saya kerjakan, itu adalah kesalahan saya sebagai pimpinan. Tapi anggota saya sudah berupaya maksimal," kata Agus.

2 dari 2 halaman

Kronologi Ditemukan Tewas

Seperti diberitakan, Jamaluddin yang juga menjabat Humas PN Medan ditemukan tak bernyawa di jok tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD. Kendaraan mewah berisi jasad hakim PN Medan itu didapati di jurang pada areal kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Jumat (29/11).

Bagian depan mobil ringsek karena menghantam pohon sawit. Airbagnya juga terbuka.

Jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan, Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11).

Selanjutnya, Agus memastikan Jamaluddin merupakan korban pembunuhan. Dia diperkirakan meninggal antara 12 hingga 20 jam sebelum diautopsi. (mdk/lia)

Baca juga:
Polisi Cari Ponsel Hakim PN Medan yang Dibunuh
Komisi III DPR Desak Polda Sumut Tuntaskan Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan
Hakim PN Medan Dibunuh 12 hingga 20 Jam Sebelum Diautopsi
Fakta-fakta soal Hakim PN Medan Diduga Dibunuh Orang Dekatnya
Jamaluddin Tewas Diduga Dibunuh, DPR Ingin Hakim Dikawal Polisi
Mabes Polri Siap Bantu Buru Pembunuh Hakim PN Medan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.