Kapolda Sumut: Pembunuhan Hakim PN Medan Direncanakan dengan Rapi

PERISTIWA | 14 Desember 2019 22:28 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kasus kematian hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55), belum juga tuntas. Penyidik masih berhati-hati untuk menetapkan tersangka karena pembunuhan itu diduga dilakukan terencana dan rapi.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, pembunuhan berencana ini disimpulkan dari hasil analis keterangan saksi, alat bukti yang ada, serta laporan laboratorium forensik maupun kedokteran forensik. "Ini pembunuhan berencana," ucapnya di Medan, Sabtu (14/12).

Agus meminta masyarakat, termasuk awak media, untuk bersabar menunggu kerja penyidik. "Pembunuhan berencana itu agak relatif butuh waktu untuk mengungkapkan, jadi mohon kesabaran dari rekan-rekan media," ucapnya.

Namun, Agus memastikan tetap serius mengungkap kasus ini. Penyidik akan gunakan scientific investigation atau teknik-teknik ilmiah dalam pembuktiannya.

"Pelan-pelan, enggak bisa sembarangan. Karena ini rapi, sangat halus kejadiannya, sehingga kita meyakini kejadian ini pembunuhan berencana, sehingga butuh waktu menetapkan siapa tersangkanya," lanjut Agus.

Jenderal bintang dua yang sudah ditunjuk bakal menduduki posisi Kabaharkam ini menambahkan, penyidik mungkin sudah punya perkiraan mengenai pelaku pembunuhan ini. Namun hal itu belum boleh diungkapkan, karena mereka masih mendalaminya.

Karena pembunuhan Jamaluddin terencana, penyidik harus berhati-hati. Mereka terus mendalami dan mengevaluasi alat bukti, keterangan saksi untuk memastikan motif yang menjadi pemicu pembunuhan Jalamaluddin.

"Masalahnya belum ada titik masuknya saja. Kalau sulit, ya katanya kalau semakin bisa menyelesaikan perkara-perkara yang sulit, katanya pintar. Jadi ya kita belajar dari kasus-kasus yang terjadi," cetusnya.

1 dari 1 halaman

Polisi Tidak Bisa Menduga-duga Pelaku

Dia menyatakan, polisi tidak bisa menduga-duga dan tidak boleh salah menetapkan seseorang sebagai tersangka. "Sampai saat ini kita belum bisa menunjuk kepada siapa pelakunya, kita masih menganalisis terhadap keterangan para saksi yang ada dan alat bukti. Ini korban meninggal di mana, apakah meninggal sebelum berangkat dari rumah atau meninggal di perjalanan," sebut Agus.

Seperti diberitakan, Jamaluddin yang juga menjabat Humas PN Medan ditemukan tak bernyawa di jok tengah mobil Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BK 77 HD. Kendaraan mewah berisi jasad hakim PN Medan itu didapati di jurang pada areal kebun sawit di Desa Suka Dame, Kutalimbaru, Jumat (29/11).

Bagian depan mobil ringsek karena menghantam pohon sawit. Airbagnya juga terbuka.

Jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangkara, Medan, Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11).

Polisi memastikan Jamaluddin merupakan korban pembunuhan. Dia diperkirakan meninggal antara 12 hingga 20 jam sebelum diautopsi. (mdk/bal)

Baca juga:
Kapolda Sumut: Pembunuhan Hakim PN Medan Direncanakan dengan Rapi
29 Saksi Diperiksa, Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan Belum Ada Titik Terang
MA Desak Polri Segera Tuntaskan Pembunuh Hakim Jamaluddin
Kapolda Sumut Berharap Ungkap Pembunuhan Hakim Sebelum Dilantik Kabaharkam
Polisi Cari Ponsel Hakim PN Medan yang Dibunuh

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.