Kapolri Bongkar Konspirasi Benny Wenda: Agar Isu Papua Dibahas di Majelis PBB

PERISTIWA | 5 September 2019 18:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan, aksi anarkis di Jayapura pada Kamis (29/8), sengaja diciptakan. Tujuannya agar kerusuhan ini dibawa dalam agenda rapat komisi HAM PBB di Jenewa yang rencananya digelar pada September 2019.

Tito menyebut aktor di balik aksi ini adalah kelompok United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), serta melibatkan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

"Benny Wenda dan kelompoknya bermain dalam rusuh di Papua. Mereka sengaja mengejar konflik ini dalam rangka rapat komisi HAM di Jenewa. Nantinya, kelompok perusuh ini akan bersuara di Papua rusuh terjadi," jelas Tito di RS Bhayangkara Kota Jayapura, Kamis (5/9), usai menjenguk polisi korban kerusuhan di Deiyai.

Tito melanjutkan, rusuh di Kota Jayapura didesain kelompok AMP. Menurutnya, ULMWP dan KNPB mengorbankan masyarakat banyak atas aksinya.

"Saya akan kejar mereka dan segera menegakkan hukum kepada kelompok yang dimaksud. Kami sudah kantongi nama-nama mereka. Hal ini akan terus terjadi jika tidak dilakukan langkah tegas. ULMWP dan KNPB bertanggungjawab atas insiden ini," tegas Tito.

Tito juga menyebutkan Benny Wenda berada di balik aksi rusuh Papua. Ini sengaja dibuat dengan tujuan tertentu. Yakni memasukkan agenda pembahasan Papua dalam sidang Majelis Umum PBB yang akan diikuti oleh semua negara pada 23-24 September.

"Kami melihat ada beberapa negara yang sengaja didekati untuk mengangkat isu Papua. Supaya Papua terangkat, mereka (KNPB dan ULMWP) bikin rusuh di Papua," katanya.

Tak hanya itu saja, KNPB dan ULMWP juga sengaja memproduksi hoaks. Polri pun telah memantau jaringan cyber dari kelompok ini.

"Kami minta masyarakat tak terpengaruh isu hoaks yang sengaja diciptakan oleh kelompok ini. Kami semua ingin internet dibuka, tapi jika kelompok ini memainkan hoaks seperti ini, terpaksa kita akan slow down lagi demi keamanan nasional," jelasnya.

Seruan Damai

Hari ini di Lapangan Hawaii Sentani, Kabupaten Jayapura dilaksanakan upacara bakar batu, sebagai bentuk masyarakat, pemerintah dan TNI Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua.

Mantan Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin yang diutus dalam upacara bakar batu menyebutkan dengan makan bersama, masyarakat diajak menjaga kamtibmas. "Jangan ada lagi aksi-aksi unjuk rasa dan marilah kita menjaga keamanan di bumi Papua," jelasnya.

Usai kerusuhan di Kota Jayapura, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua juga telah mengeluarkan enam poin seruan damai.yang meminta seluruh elemen masyarakat menjaga dan mempertahankan tanah Papua damai.

"Kami akan melakukan doa dan puasa bersama lintas agama pada 6 September 2019, menolak demonstrasi pada situasi dan kondisi terkini di Papua karena berisiko anarkis," kata Ketua FKUB Papua, Pendeta Lipius Biniluk.

Dalam seruan ini, lintas agama di Papua menolak rasisme antar elemen masyarakat di Indonesia, serta meminta Menteri Komunikasi dan Informatika memulihkan akses internet di Papua.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pendeta Amsal Yowei menuturkan rapat koordinasi tokoh lintas agama ini merupakan hasil kerja sama dengan FKUB Papua.

"Pertemuan menyepakati unjuk rasa yang terjadi di Papua yak ada kaitannya dengan agama dan murni tindakan kriminal," ujarnya.

Tokoh lintas agama juga meminta semua pihak menjaga keberagaman, menjaga kerukunan dan kedamaian di tanah Papua.

Reporter: Katharina Janur
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polri Ungkap Benny Wenda Sebar Hoaks Soal Papua hingga Afrika dan Eropa
Wiranto: Benny Wenda Bukan Penjahat Perang, Tapi Penjahat Politik
Wiranto: Benny Wenda Masuk Indonesia Kita Tangkap
Wiranto Tegaskan Tak Ada Jalan untuk Referendum Papua dan Papua Barat
Ini Peran Benny Wenda, Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Papua

(mdk/noe)