Kapolri Idham Soal Kasus Dugaan Korupsi Asabri: Sabar Tunggu Audit BPK

Kapolri Idham Soal Kasus Dugaan Korupsi Asabri: Sabar Tunggu Audit BPK
PERISTIWA | 29 Januari 2020 12:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kapolri Jendral Idham Azis menyatakan serius mengusut kasus dugaan praktik korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Asabri) Persero. Menurutnya, pengusutan kasus ini masih awal dan perlu penelusuran lebih dalam diawali keputusan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kita sudah mengajukan juga permintaan audit melalui BPK. Kita akan menunggu rekan-rekan, mohon bersabar," tutur Idham di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (29/1).

Idham mengaku telah membentuk tim khusus penelusuran kasus Asabri yang dipimpin langsung Kabareskrim Komjen Listyo Sigit.

"Untuk nanti hasil audit BPK-nya nanti ditindaklanjuti oleh Kabareskrim," jelas Idham.

1 dari 1 halaman

Isu adanya dugaan korupsi di PT Asabri muncul setelah Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ada dugaan korupsi di Asabri senilai Rp10 triliun.

Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan pihaknya sudah mendapatkan permintaan untuk menelusuri aliran dana terkait dugaan korupsi di PT Asabri. Diketahui perusahaan asuransi tersebut mengalami penurunan aset sekitar Rp17,6 triliun.

"Belum-belum. Jadi memang ada permintaan tapi belum selesai ya untuk kasusnya Asabri," kata Kiagus.

Namun, kata Kiagus, PPATK belum dapat mengungkap hasilnya, sebab hingga saat ini timnya sedang menelusuri. "Belum-belum. Kasus Asabri belum selesai," ucap Kiagus.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membentuk tim investigasi untuk menelusuri kasus tersebut. "Asabri sudah kami bentuk tim investigasi," ujar Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 20 Januari 2020.

Dari laporan ditemukan bahwa perusahaan asuransi tersebut mengalami penurunan aset Rp17,6 triliun dalam satu tahun.

Reporter: Nanda Perdana Putra (mdk/ray)

Baca juga:
Ombudsman Sebut Pengembalian Tugas OJK ke Bank Indonesia Pernah Dilakukan Negara Lain
Mahfud Tegaskan Pidana Jiwasraya dan Asabri Tak Bisa Dibelokkan ke Perdata
Wimboh Santoso soal Wacana Pembubaran OJK: Kami Bekerja Profesional
Ombudsman Investigasi OJK soal Jiwasraya dan Asabri, Ini Hal yang Akan Diusut
Urai Kasus Asabri, Ombudsman Bakal Panggil OJK dan Kemenkumham

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami