Kapolri: Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi

Kapolri: Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi
PERISTIWA | 27 Maret 2020 02:01 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Idham Azis melalui maklumat yang dikeluarkannya secara tegas melarang agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa. Kegiatan itu baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Maklumat bernomor Mak/2/lll/2020 itu juga sebagai bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat senantiasa mengacu kepada keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

"Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi," kata Idham dalam keterangannya, Kamis (26/3).

Usai maklumat tersebut dikeluarkan, dalam rangka menekan laju penyebaran virus yang belum ditemukan vaksinnya itu. Jajaran Polri sendiri telah melakukan pembubaran 1.371 kerumunan massa yang ada di seluruh Indonesia.

Bahkan lebih dari itu, jika masyarakat berkeras dan tidak mengindahkan himbauan aparat untuk tidak berkerumun diancam sanksi pidana dengan pasal berlapis mulai Pasal 212, 216 dan 218 KUHP hingga pasal 14 UU No 4/1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan pasal 93 UU No 6/2018 Tentang Karantina Kesehatan. (mdk/eko)

Baca juga:
Ini Debitur yang Bisa Dapat Penangguhan Cicilan Kredit Selama 1 Tahun
Ma'ruf Minta Daerah Proaktif Dalam Pendistribusian Alat Rapid Test
CEK FAKTA: Hoaks Informasi Vaksin Pencegahan Virus Corona yang Siap Edar
Virus Corona Bisa Menjadi Penyakit Musiman Seperti Flu
PT KAI Setop Sementara Sejumlah Perjalanan Kereta Imbas Covid-19
RSUD Pasar Minggu Adakan Pemeriksaan Mandiri Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami