Kapolri sebut 96 terduga teroris ditangkap pasca kerusuhan Mako Brimob

PERISTIWA | 5 Juni 2018 15:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah menangkap 96 terduga teroris pasca kerusuhan di rutan Cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok beberapa waktu lalu. Penindakan ini termasuk bom Surabaya, Sidoarjo dan terbaru penangkapan di Universitas Riau.

"Pasca peristiwa di Mako Brimob sudah ada 96 tersangka ditangkap di seluruh Indonesia, 14 di antaranya tertembak mati pada saat penangkapan," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/6).

Kapolri menegaskan, penangkapan ini bagian dari upaya pencegahan dini yang dilakukan aparat terhadap kelompok-kelompok radikal yang berpotensi melakukan aksi teror di Indonesia. Kelompok teroris yang paling diantisipasi dan diburu adalah jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pasalnya, jaringan itu terdeteksi sudah menyebar ke hampir seluruh pelosok Indonesia.

"JAD ada sel aktif dan ada juga tidak aktif. Saya sudah memerintahkan Kepala Densus 88 untuk sel-sel tidak terlalu aktif namun potensial agar di-share kewilayahan atau Kapolda," tutur mantan Kepala Densus 88 itu.

Jenderal bintang empat itu mengaku telah mengeluarkan perintah kepada seluruh Kapolda untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antiteror untuk mengawasi dan mendeteksi pergerakan sel tidur JAD.

"Para Kapolda juga bekerja sama dengan jajaran intelijen maupun jajaran TNI sel-sel yang dianggap oleh satgas Densus tidak terlalu aktif sehingga mereka monitor," ucap Tito.

Terbaru, Densus 88 Antiteror menangkap sejumlah terduga teroris di wilayah Sumatera. Tito menjelaskan alasan polisi menindak langsung di dalam area kampus.

"Penangkapan lain termasuk di Riau di satu universitas terpaksa dilakukan karena mereka menggunakan fasilitas itu untuk melakukan pembuatan bahan peledak. Terakhir tangkap di Lampung. Kemudian masih ada juga di beberapa wilayah," ucap Tito.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Aktivitas rektor, dosen hingga mahasiswa di media sosial akan dipantau
Taufik Kurniawan tak yakin DPR jadi sasaran bom terduga teroris
Menag minta perguruan tinggi jaga kebebasan akademik dari praktik terorisme
Polisi selidiki aliran dana pemesanan bom ke terduga teroris alumni Universitas Riau
Alumni UNRI terduga teroris pernah dipesan bom buat ledakkan Polda Riau
Fadli Zon tak yakin radikalisme berkembang di kampus-kampus

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.