Kapolri Sebut Kelompok Bersenjata di Papua Ingin Tunjukkan Eksistensi

PERISTIWA | 5 Desember 2018 12:15 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian Mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua memang selalu ingin menunjukkan eksistensinya setiap tanggal 1 Desember. Bagi KKB itu, 1 Desember merupakan hari penting sejak Belanda memberikan kemerdekaan bagi kelompok mereka.

"Eksistensi mulai pengibaran bendera atau penyerangan seperti yang kemarin. Penyerangan biasanya mencari sasaran pendatang," kata Tito di Istana Merdeka, Rabu (5/12).

Tito menduga akar masalah dari tindakan KKB adalah pembangunan dan kesejahteraan. Tito mengakui pembangunan lamban karena daerah yang rawan merupakan pegunungan.

"Nah Presiden Jokowi membangun wilayah tengah yaitu dengan Trans Papua. Dulu memang sulit dilakukan namun sekarang bisa. Harusnya disyukuri," katanya,

Warga pun, lanjut Tito, masyarakat Papua memang menunggu pembangunan ini. Namun, KKB memang ingin eksistensi.

Diketahui, korban pembunuhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, awalnya disebut 31 orang. Setelah diverifikasi ternyata korban sejauh ini baru 19 orang. (mdk/eko)

Baca juga:
Sebelum Terjadi Penembakan, Wilayah Kerja Istaka Karya Dinilai Aman
Perintah Presiden Jokowi sampai Menhan Tindak Tegas KKB Papua
Sadisnya Pemberontak di Papua Habisi 19 Pekerja PT Istaka Karya
Wiranto Sebut Penembakan Brutal di Papua Tewaskan 19 Orang
DPR dorong TNI & Polri Kirim Pasukan Elite Tumpas Pemberontak di Papua

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.