Kapolri Yakin Bisa Segera Atasi Kelompok Pemberontak di Papua

PERISTIWA | 5 Desember 2018 12:48 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Aparat terus memburu kelompok pemberontak yang habisi 19 pekerja proyek jembatan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Satu anggota Yonif 755/Yalet Serda Handoko juga gugur.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pasukan gabungan TNI-Polri di bawah Kapolda dan Pangdam bergerak mencari pemberontak yang berjumlah 30 sampai 50 orang.

"Yakin sebentar lagi bisa kita kendalikan. Tapi medan berat, hutan luas mereka lari ke tempat lain. Kita sudah koordinasi tingkatkan pengamanan," katanya saat jumpa pers di Istana Negara, Rabu (5/12).

Menurut Tito, Panglima TNI dan Wakapolri juga sudah merapat ke Papua. "Kita komunikasi intens, program jalan terus. Kita tidak takut," tuturnya.

Tito mengatakan, setelah menghabisi para pekerja para pemberontak sempat menyerang pos TNI. Sempat terjadi baku tembak. "Mungkin dari mereka juga ada korban, saat ini masih pengejaran," tandasnya.

Kapendam XVII Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengungkapkan, pada 3 Desember, sekitar pukul 05.00 WIT Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh KKSB dengan menggunakan senjata standar militer campuran panah dan tombak. Karena rupanya mereka tetap melakukan pengejaran.

"Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah pos sehingga salah seorang anggota Yonif 755/Yalet atas nama Serda Handoko membuka jendela sehingga tertembak dan meninggal dunia. Anggota pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 pagi hingga 21.00 WIT," ucapnya.

"Karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka pada 4 Desember 2018, pukul 01.00 WIT, Danpos memutuskan untuk mundur mencari medan perlindungan yang lebih menguntungkan, saat itulah salah seorang anggota atas nama Pratu Sugeng tertembak di lengan," sambungnya.

Lalu, pada Selasa (4/12) sekitar pukul 07.00 WIT, Satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbuah dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban.

"Menurut keterangan saudara JA jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKSB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang," tuturnya.

"Tim Satgas gabungan juga berhasil mengevakuasi 12 masyarakat terdiri dari 4 orang karyawan PT. Istaka Karya, 6 orang petugas Puskesmas Mbuah dan 2 orang guru SMP Mbuah dengan menggunakan helikopter milik TNI AD. Di antara mereka terdapat 3 orang karyawan PT. Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKSB dan saat ini sedang di evakuasi ke RSUD Wamena," sambungnya. (mdk/did)

Baca juga:
Presiden Jokowi: Kejar dan Tangkap Pelaku Pembunuhan Pekerja Trans Papua
11 Pekerja Pura-Pura Mati agar Tak Dihabisi Kelompok Pemberontak di Papua
Bos Istaka Karya Terjun ke Papua Tangani Kasus Pembunuhan 31 Pegawai
DPR Minta Pasukan Elit TNI & Polri Tumpas Pemberontak Papua, Urusan HAM Belakangan
Kapolri Sebut Kelompok Bersenjata di Papua Ingin Tunjukkan Eksistensi
Sebelum Terjadi Penembakan, Wilayah Kerja Istaka Karya Dinilai Aman

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.