Karhutla di Kutai Barat Meluas ke Cagar Alam Kersik Luway, Habitat Anggrek Terancam

PERISTIWA | 21 September 2019 19:02 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Kobaran api kebakaran lahan dan hutan (Kathutla) terus terjadi di semak dan hutan di kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dalam sepekan terakhir. Hingga saat ini, api bahkan nyaris menghanguskan pos jaga BKSDA Kalimantan Timur di Cagar Alam Kersik Luway.

Dengan kondisi personel terbatas dan bekerja hampir 24 jam, tim Satgas Karhutla Kutai Barat terus berjibaku padamkan kobaran api.

"Api sudah masuk areal Kersik Luway, hampir ke pos jaga. Tapi bersyukur bisa kami kendalikan," kata Kasi Rekonstruksi BPBD kabupaten Kutai Barat Seldas Limbong, dikonfirmasi Sabtu (21/9).

Seldas menerangkan, dalam sepekan ini, sekitar 100 hektare lahan dan hutan di sekitar daerah Sekolaq Darat di kawasan sekitar Kersik Luway hangus terbakar.

"Api masuk kawasan Kersik Luway. Awal mula api dari perbatasan jalan hauling batubara," ujar Seldas.

"Tim BPBD 20 orang bersama BKSDA, KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Batu Ayau Dishut Kaltim, masyarakat peduli api yang dekat dengan kebun batas Kersik Luway, kelompok tani, bersama-sama memadamkan. Ada TNI dan Polri, minim sekali," tambahnya.

Di tengah kobaran api dan embusan angin kencang disertai teriknya matahari di musim kemarau ini, membuat kewalahan petugas di lapangan.

"Sempat kewalahan, karena personel terbatas. Karhutla tidak hanya siang, tapi juga malam hari," ungkap Seldas.

Ditambah lagi, medan yang sulit dan minimnya sumber air di tengah hutan. "Cagar Alam Kersik Luway ini maskotnya daerah Provinsi Kaltim dan Indonesia. Di sini habitat anggrek di Kalimantan," jelas Seldas.

Pemkab Kutai Barat melalui BPBD Kutai Barat berencana meminta bantuan water boombing BNPB untuk membantu menangani Karhutla. "Sekarang sedang dalam proses administrasi," jelas dia.

Untuk diketahui, taman Nasional Kersik Luway merupakan cagar alam seluas 17,5 hektare di kecamatan Sekolaq Darat, Kutai Barat, sejak 1982 silam. Di Kersik Luway tanaman anggrek hingga 72 jenis.

Termasuk, jenis anggrek endemik yang paling populer di Kersik Luway, adalah anggrek hitam (Coelogyne Pandurata).

Baca juga:

WALHI: 288 Perusahaan Rusak 4,5 Juta Hektar Ekosistem Gambut
Kebakaran Lalap Hutan Jati di Semarang
Menengok Ruang Bebas Polusi untuk Korban Kabut Asap Riau
Walhi Desak Pemerintah Ungkap Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
BMKG Deteksi 129 Titik Panas Karhutla di Riau, 4 Daerah Diselimuti Kabut Asap
Pelaku Pembakar Hutan Terancam Dipidana Maksimal 12 Tahun Penjara
BPPT Terus Ciptakan Hujan Buatan Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan

(mdk/lia)