Karutan Salemba: Kondisi Rutan Sekarang Sudah Jauh Berubah, Ada Protokol Covid

Karutan Salemba: Kondisi Rutan Sekarang Sudah Jauh Berubah, Ada Protokol Covid
PERISTIWA | 14 Juli 2020 12:28 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Salemba Renharet Ginting mengungkapkan kondisi rutan saat ini sudah berubah. Hal itu menjawab cuitan Surya Anta, mantan narapidana kasus makar yang mengungkap kondisi di dalam Rutan Salemba.

"Kondisi di tahun 2019 saya sendiri kurang tahu di tahun 2019 itu, karena bukan saya (menjabat). Kalau kondisi sekarang bisa teman-teman lihat di sini sekarang, jadi jauh (sudah berubah) karena kita ada protokol kesehatan ini protokol Covid dan sangat berubah," kata Renharet saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (14/7).

Soal kapasitas. Saat ini sudah berkurang sekitar 1.200 orang.

"Isinya juga sudah berkurang 1.200. Selama saya di sini isinya sudah kurang 1.200. Kalau dimasa 2019 isinya 4.400 sekarang isinya tinggal 3.000, jadi kita mencatat dalam arti sudah bagus semua itu," bebernya.

1 dari 2 halaman

Akan Ditelusuri

Di samping itu, Renharet akan menelusuri fakta yang terjadi di dalam kicauan Surya Anta.

"Nggak ada, yang ada itu adalah permen pengurus blok, masing-masing pengurus blok, masing-masing ada pemuka agama, ada tamtib Pramuka ada kegiatan pramukaan, ada kegiatan kebersihan, pemuka-pemuka agama ada pengurus, yang dibilang itu enggak ada," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Surya Anta bikin heboh di jagat media sosial Twitter, Minggu (12/7) malam. Dia menceritakan secara detil kondisi tahanan di Rutan Salemba, Jakarta.

Surya Anta mendekam di Rutan Salemba selama 9 bulan. Dengan berbagai foto yang diunggah, Surya menjelaskan praktik pungli hingga tak manusiawinya kondisi di Rutan Salemba itu.

Surya mengaku saat pertama kali masuk, dimintai uang senilai Rp3 juta untuk mendapatkan tempat di sel. Namun akhirnya, dia hanya bisa memenuhi Rp500.000 karena para tahanan tahu dia hanya seorang aktivis.

"Saat hari pertama masuk penampungan kami di OT IN (Dimintai Uang) oleh tahanan lama. Saya diminta 1 juta di lapak Palembang. @Dano_Tabuni diminta 3 juta di lapak Lampung Akhirnya kami berlima bayar Rp500.000 karena setelah para tahanan lain tahu kalau kami ini aktivis bukan anak pejabat," tulis Surya Anta. (mdk/rhm)

Baca juga:
Karutan Salemba: Surya Anta Akui Salah Unggah Kondisi Rutan di Medsos
Dua Periode Menjabat, Yasonna Diminta Minimalisir Permasalahan di Lapas & Rutan
Surya Anta Ungkap 'Bisnis' di Dalam Rutan Salemba
Menkum HAM Didesak Bersihkan Lapas dan Rutan dari Pungli
Puluhan Tahanan Polres Gorontalo Kota Dipindahkan Karena Banjir

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami