Karyawan Terpapar Covid-19, PT Hindoli di Musi Banyuasin Tutup Sementara

Karyawan Terpapar Covid-19, PT Hindoli di Musi Banyuasin Tutup Sementara
PERISTIWA | 9 Juli 2020 15:03 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - PT Hindoli di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tutup sementara lantaran ada karyawannya terpapar virus corona atau Covid-19. Tracing terus dilakukan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Presiden Direktur PT Hindoli Ong Kee Chau mengungkapkan, operasional kembali dibuka 20 Juli 2020. Di masa itu dilakukan disinfeksi, sterilasasi serta karantina menyeluruh sebagai pencegahan penyebaran virus.

"Pada 6 Juli 2020, dikonfirmasi adanya karyawan Cargill di Sumsel dinyatakan positif Covid-19. Menanggapi hal ini, kegiatan operasional di pabrik kami tutup sementara dan kegiatan operasional kami dimulai pada 20 Juli 2020," ungkap Ong dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (9/7).

Menurut dia, langkah itu diambil sebagai dukungan penuh kepada karyawan yang kini menjalani perawatan di rumah sakit. Prioritas saat ini adalah mencegah dan meminimalkan penyebaran virus melalui pendidikan, praktik kebersihan yang baik, pemakaian masker, dan menjaga jarak antara satu orang dengan yang lainnya.

"Di seluruh lokasi operasional, kami akan terus memberlakukan karantina wajib selama 14 hari untuk karyawan dan kontraktor yang mungkin terpapar Covid-19, termasuk karyawan dan kontraktor yang mungkin memiliki riwayat kontak dengan karyawan yang telah dinyatakan positif," kata dia.

1 dari 1 halaman

Sementara itu, Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Musi Banyuasin Heriyadi Sinulingga mengatakan, ada sepuluh karyawan perusahaan itu yang positif corona. Pasien kini menjalani perawatan di dua rumah sakit di kabupaten itu.

"Sekarang ditutup sementara, ada sepuluh karyawannya yang terpapar," kata Heriyadi.

Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan tracing terhadap orang-orang yang kontak langsung dengan pasien. Hal ini untuk mencegah terjadinya penularan semakin meluas.

"Dilakukan karantina di sepuluh pos yang disiapkan di perusahaan itu. Kami terus pantau perkembangannya dan diimbau terus menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Antusiasme Driver Ojek Online di Bekasi Diizinkan Kembali Angkut Penumpang
New Normal, SMA di Sukabumi Gunakan Ini untuk Sambut Sekolah Tatap Muka
Empat Dokter Tangani Pasien Covid-19 di Semarang Meninggal Dunia
Pembuat Seragam Sekolah Sepi Pesanan Akibat Pandemi
Sekjen KY Positif Corona, Seluruh Jajaran Bekerja di Rumah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami