Kasad Perintahkan Seluruh Pangdam Pantau Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng

Kasad Perintahkan Seluruh Pangdam Pantau Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng
Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman . ©ANTARA/HO-Dispenad
NEWS | 28 Mei 2022 10:31 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan arahan kepada seluruh Panglima Daerah Militer (Pangdam) untuk memantau sekaligus memonitor stok dan harga minyak goreng di pasaran. Arahan itu disampaikan secara virtual dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad).

Dalam vicon ini, Dudung membahas berbagai upaya yang telah dilakukan jajaran TNI Angkatan Darat dalam menjaga ketersediaan minyak goreng, mulai dari Korem hingga Kodim di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya dan Kodam IX/Udayana.

Dudung menerima penjelasan dari para pangdam terkait berbagai upaya-upaya yang telah dilakukan, mulai dari pemantauan distribusi dari produsen, agen hingga ke pengecer.

2 dari 3 halaman

Pedagang Jual Stok Lama

Dari hasil pemaparan yang disampaikan para pangdam, didapati harga minyak goreng masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang disebabkan pengecer masih menjual stok lama, yaitu ketika harga masih mahal. Selain itu, ada beban biaya distribusi, karena jarak tempuh yang jauh antara distributor, pengecer hingga ke konsumen.

"Di beberapa daerah, juga terdapat pengecer yang menjual dengan harga sesuai HET yaitu Rp14.000 dan di wilayah Sumenep ada yang menjual di bawah HET dengan harga Rp12.750 di tingkat distributor. Dan harga tertinggi ditemukan di Garut dengan harga jual dari pengecer ke konsumen sebesar Rp25.000/liter," kata Dudung, Sabtu (28/5).

Dudung menyampaikan ke jajarannya di daerah agar terus memantau dan mengendalikan distribusi maupun harga minyak goreng di pasaran. Langkah ini untuk membantu masyarakat selaras perintah Harian Kasad ke-5, yakni TNI AD harus hadir di tengah kesulitan masyarakat dan senantiasa menjadi solusi.

"Terus lakukan pemantauan agar harga minyak goreng betul-betul dapat dikendalikan supaya dampak harga dari distributor dan pengecer ke konsumen tidak terlalu tinggi sehingga dapat mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Intensifkan Sidak

Dudung memerintahkan kepada jajaran untuk mengintensifkan lagi sidak kepada pengecer dan distributor, mengecek hingga ke konsumen, dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi penimbunan oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan dalam situasi seperti ini.

"Lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah konkret ketersediaan stok dan harga dapat dikendalikan dengan melakukan operasi pasar di wilayah-wilayah yang harganya masih tinggi, " tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dudung juga mengapresiasi upaya yang dilakukan Kodam Jaya, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV Diponegoro, Kodam V/Brawijaya dan Kodam IX/Udayana atas langkah-langkah yang dilakukan jajarannya untuk memantau pasokan, stok dan harga minyak goreng yang dijual ke konsumen.

(mdk/yan)

Baca juga:
Massa Basmi KKN Tuntut Pemerintah Tuntaskan Kasus Ekspor CPO
Pemkot Bogor Bentuk Satgas Pengendalian Harga Minyak Goreng, Periksa 15 Pedagang
Galaknya Luhut Audit Perusahaan Kelapa Sawit Usai Ditunjuk Jokowi Urus Minyak Goreng
Terbitkan Aturan Baru, Mendag Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO
Aturan Baru Kemendag: Beli Minyak Goreng Curah Harus Gunakan NIK
Menko Luhut Bakal Audit Perusahaan Kelapa Sawit dan Harus Punya Kantor di Indonesia
Pemerintah Cabut Subsidi Minyak Goreng Curah Mulai 31 Mei

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami