Kasus Ahmad Dhani Terkait Utang Piutang di-SP3 Polisi

PERISTIWA » MALANG | 26 November 2018 15:55 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Polda Jawa Timur mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) kasus musisi Ahmad Dhani Prasetya, terkait masalah utang piutang senilai Rp 400 juta yang dilaporkan Jaeni Ilyas, pengusaha asal Surabaya.

SP3 dikeluarkan, ini setelah penyidik Dit Reskrimum Polda Jawa Timur memeriksa pelapor dan terlapor pada Oktober 2018 lalu. Hasilnya, penyidik tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.

"Penyidik kemudian menyimpulkan bahwa ini adalah masalah perdata. Karena itu kita SP3," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (26/11).

Terpisah, kuasa hukum Jaeni, Arif Fatoni yang dikonfirmasi wartawan mengaku belum menerima surat pemberitahuan SP3 dari polisi, terkait kasus tersebut.

"Nanti kalau sudah dapat (surat SP3) akan saya terangkan langkah selanjutnya," singkat Toni, yang juga politikus Partai Golkar ini.

Seperti diketahui, melalui kuasa hukumnya itu, Jaeni Ilyas melaporkan Dhani ke Polda Jawa Timur pada September lalu karena telah melakukan wanprestasi terkait masalah utang-piutang senilai Rp 400 juta.

Toni, waktu itu menyebut, bahwa Dhani telah melakukan perjanjian utang-piutang dengan kliennya pada Mei 2016 melalui Eddy Rumpoko, bupati Batu kala itu, untuk modal proyek pembangunan Vila Singosari di Malang.

Dalam perjanjian itu, Dhani berjanji akan mengembalikan uang pinjaman itu setelah satu bulan uang diterimanya. Namun, suami Mulan Jameela ini tak kunjung mengembalikan uang pinjaman tersebut setelah jatuh tempo.

Dhani baru membayar setelah ditagih berulang kali. Itupun hanya Rp 200 juta. Sisanya belum juga dibayar hingga Jaeni melaporkannya ke Polda Jawa Timur pada September 2018 lalu.

Terkait laporan itu, Dhani menyebut pengacara Jaeni 'berhalusinasi'. "Itu perdata bukan pidana. Ya mungkin pengacaranya saja yang sedikit berhalusinasi," kata Dhani kala itu saat memenuhi panggailan penyidik Polda Jawa Timur.

"Lha mangkanya kok bisa (pidana) dari mana? Wong itu perdata. Kecuali saya tidak pernah bayar sama sekali, saya kan pernah bayar Rp 200 juta kan," sambungnya.

Menurut Ahmad Dhani, persoalan utang-piutang itu, bukan antara dirinya dengan Jaeni. Melainkan dengan Eddy Rumpoko.

"Itu urusannya saya kan sama Wali Kota Batu (Eddy Rumpoko), dan saya akan selesaikan dengan Wali Kota Batu," tandasnya.

Baca juga:
Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Bui atas Kasus 'Penista Agama Perlu Diludahi Mukanya'
Sidang Ahmad Dhani Kasus 'Ludahi Penista Agama' Bakal Digelar Hari Ini
Sudah Periksa Dua Saksi Ahli Dhani, Polisi tak Masalah Ahli Bahasa Tidak Datang
Berkas Belum Siap, Sidang Ahmad Dhani Ditunda
JPU Belum Siap, Sidang Tuntutan Terhadap Ahmad Dhani Ditunda
Ahmad Dhani Jelang Sidang Tuntutan: Negara Ini Rusak, Hukumnya Sontoloyo

(mdk/ded)