Kasus Anggota Ormas Pukul Polisi saat Konser Base Jam di Aceh Berakhir Damai

PERISTIWA | 24 Agustus 2019 00:32 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Seorang polisi dipukul oleh MZ, anggota organisasi massa yang membubarkan konser musik di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu kemarin. Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan, kasus pemukulan tersebut berakhir damai.

"Pelaku dan korban sudah ada kesepakatan damai. Menyangkut tindak lanjut kasus pemukulan ini, kami lihat nanti," kata Kombes Pol Trisno Riyanto di Banda Aceh, Jumat (23/8).

Pada saat itu, berlangsung penutupan festival kuliner yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Saat dibubarkan paksa, grup musik Base Jam asal Jakarta sedang tampil.

Pelaku berinisial MZ ditetapkan sebagai tersangka pemukulan. MZ juga sempat ditahan sebelum akhirnya penahanan yang bersangkutan ditangguhkan.

Terkait laporan polisi yang disampaikan korban, Kapolresta menyebutkan dia belum bisa menyampaikan apakah sudah dicabut atau tidak. Kalau tidak kasus tersebut bisa saja dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

"Kalau sudah dicabut, kami akan tindaklanjuti. Kasus ini delik aduan, kalau korban sudah mencabut pengaduan, maka tidak ada yang dirugikan, sehingga kasus bisa dihentikan," kata Kapolresta.

Menyangkut dugaan provokasi dugaan pembubaran paksa, Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tidak membuat laporan polisi.

"Artinya, pihak dinas merasa tidak dirugikan adanya pembubaran paksa konser musik tersebut, sehingga kami tidak melanjutkan pengusutannya," kata dia.

Baca juga:
Sejumlah Ormas Bubarkan Konser Base Jam di Aceh
Pejabat di Sumsel Minta 500 Tiket Konser Westlife Terbongkar dari Postingan Promotor
Pejabat di Sumsel Dikabarkan Minta Jatah 500 Tiket VIP Konser Westlife
Penampilan Energik Rolling Stones Menggebrak Stadion Rose Bowl
The sigit merasa puas tampil road to soundrenaline 2019 di surabaya

(mdk/cob)