Kasus Bayi Meninggal di RS Samarinda, Keluarga Lapor ke Polisi

PERISTIWA | 27 April 2019 01:33 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Kasus meninggalnya bayi Otniel Kewo di ruang perawatan bayi RSUD AW Syachranie, berusia kurang dari 10 jam usai dilahirkan, akhirnya dibawa ke ranah hukum. Keluarga menilai ada dugaan kelalaian petugas medis. Kasus itu, kini dalam pendampingan KPAI Provinsi Kalimantan Timur dan telah dilaporkan ke Polresta Samarinda, Jumat (26/4) siang.

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Samarinda, mengeluarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) bernomor STTLP/256/IV/2019 tanggal 26 April 2019. Pelapor adalah Yohanes Traksin, sebagai juru bicara keluarga.

Terlapor adalah RSUD Abdul Wahab Syachranie, atas dugaan kelalaian mengakibatkan kematian, sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP, dan juga UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

"Meninggalnya bayi Otniel menyisakan kejanggalan, karena waktu dilahirkan dinyatakan sehat. Sepuluh jam kemudian, meninggal. Ada kejanggalan, karena ada lumuran darah di baju dan kain lampin," kata Yohanes, Jumat (26/4) sore.

Yohanes menegaskan, laporan ini dibuat karena kasus janggal dan berkaitan dengan hak hidup seseorang. Apalagi pihak RS belum memberikan penjelasan. Menurutnya, pihak keluarga bukan tanpa upaya meminta penjelasan manajemen rumah sakit. "Kita tanya ke rumah sakit secara tertulis, tidak ada jawaban dari rumah sakit. Untuk itu, kami melapor resmi ke polisi hari ini," ujar Yohanes, sambil memperlihatkan surat kuasa keluarga.

Kepolisian memastikan akan memproses laporan itu. "Terkait viral di media soal bayi meninggal di rumah sakit,kita tindaklanjuti dengan penyelidikan. Kalay dianggap perlu, kita laksanakan pembongkaran makam," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono.

Manajemen RSUD Abdul Wahab Syachranie angkat bicara meninggalnya bayi laki-laki Otniel Kewo, Senin (22/4) lalu. Sampai hari ini, manajemen masih melakukan verifikasi dari keluhan orangtua bayi, yang mempertanyakan sebab meninggalnya bayi Otniel.

Manajemen menjelaskan, memang benar lahir bayi laki-laki, dari pasangan suami istri Rizki Kewo dan Trivena Sengkey, pada hari Minggu (21/4) malam, sekira pukul 20.28 WITA, melalui tindakan Sectio Cesaria.

Namun dalam masa perawatan bayi itu pascakelahiran, bayi yang memiliki berat 2,4 kilogram dinyatakan meninggal pada hari Senin (22/4) sekira pukul 06.15 WITA, di ruang perawatan bayi.

"Keluhan orangtua pasien yang kami terima, sudah kami sampaikan ke direksi, dan ada instruksi untuk melakukan verifikasi terkait keluhan itu," kata Humas RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda, dr Arysia Andhina, di kantornya, Jumat (26/4) sore.

Arysia menerangkan, saat proses persalinan dan perawatan bayi ditangani oleh 3 perawat dan 1 dokter jaga. Arysia menyebut, ada pemberitahuan kepada orangtua bayi, saat bayi dalam kondisi genting. "Ditelepon tapi tidak ada jawaban," ujar Arysia.

Verifikasi internal yang dilakukan rumah sakit saat ini, menurut Arysia, mengumpulkan data dan fakta, termasuk dengan rekaman CCTV yang ada di ruang perawatan. Proses itu, memerlukan waktu.

"Kita audit semuanya yang terkait dan ini perlu waktu. Iya, dugaan sementara (darah yang ada di kain selimut bayi), sementara berasal dari tali pusar," ungkap Arysia.

Diketahui, Otniel Kewo, bayi laki-laki yang lahir Minggu (21/4) malam sekira pukul 21.30 WITA dan dinyatakan sehat oleh medis, meninggal dengan memperihatinkan, Senin (22/4) pagi sekira pukul 06.15 WITA. Hidup kurang dari 10 jam, badannya dipenuhi darah, diduga berasal dari tali pusarnya, saat berada di ruang perawatan bayi. (*)

Baca juga:
Bayi di Palangka Raya Idap Penyakit Otak Mengecil, Tangan Hingga Kaki Lumpuh
Kronologi Mahasiswi di Kupang Bunuh Bayi Hasil Hubungan dengan Pacar
Cerita Tukang Nasi Uduk Temukan Bayi Mungil dan Sebotol Susu Hangat di Teras Rumah
Pascahilangnya bayi Randy & Atikah, tempat praktik Bidan Yuni tampak tak berpenghuni
Perjuangan Ibu di Cilacap lahirkan bayi jumbo 5,7 kg secara normal
Bayi bermata satu dan tak berhidung lahir di Sumut

(mdk/noe)