'Kasus Cebongan, bukti hukum rimba berkuasa'

'Kasus Cebongan, bukti hukum rimba berkuasa'
kondisi lapas sleman pasca penyerangan. ©2013 Merdeka.com/parwito
PERISTIWA | 8 April 2013 18:27 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Pelaku pembunuhan empat preman penghuni Lapas Cebongan, Sleman, DIY telah terungkap. Hasil tim investigasi Mabes TNI AD menyatakan bahwa pelaku adalah anggota Kopassus yang ingin balas dendam terhadap korban yang telah membunuh rekannya di Hugo's Cafe.

Anehnya, para tokoh dan masyarakat justru membela perilaku keji yang dilakukan belasan oknum Kopassus tersebut. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Wakil Ketua Komisi III DPR Al Muzzammil Yusuf berpendapat, euforia masyarakat yang membela pelaku pembunuhan terhadap preman merupakan cermin dari kekecewaan masyarakat terhadap penegakan hukum di negeri ini.

Menurut Muzzamil, potret penegakan hukum saat ini menunjukkan bahwa siapa kuat, dialah yang menang. Hukum rimba, kata dia, mengancam negeri ini.

"Jika hukum tidak ditegakkan secara adil maka yang akan muncul adalah hukum rimba, siapa kuat dia menang. Yang kuat umumnya yang bersenjata. Kalau itu yang terjadi, yang paling dirugikan adalah warga atau masyarakat sipil yang tidak bersenjata. Preman adalah masyarakat sipil yang umumnya juga bersenjata dan terorganisir," kata Muzzamil saat dihubungi, Senin (8/4).

Agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari, Politikus PKS ini berharap agar penegakkan hukum di Indonesia dapat segera diperkuat. Sehingga, masyarakat pun bisa percaya dengan hukum.

"Oleh karenanya hukum harus ditegakkan oleh aparat. Agar jangan sampai yang berkuasa hukum rimba," tandasnya. (mdk/did)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami