'Kasus Cebongan harus jadi momentum pemberantasan premanisme'

'Kasus Cebongan harus jadi momentum pemberantasan premanisme'
Sidang kasus Lapas Cebongan. ©2013 Merdeka.com/parwito
PERISTIWA | 6 September 2013 14:34 Reporter : Ahmad Baiquni

Merdeka.com - Deputi Pengembangan Sumberdaya HAM Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Zainal Abidin menilai sidang kasus penyerangan Lapas Cebongan dapat menjadi momentum bagi pemberantasan premanisme. Tetapi, upaya itu harus tetap dilakukan sesuai koridor hukum.

"Persidangan ini seharusnya menjadi momentum untuk memastikan upaya-upaya melawan premanisme yang dikehendaki masyarakat tetap berjalan, tetapi harus tetap sesuai dengan koridor hukum," ujar Zainal saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/9).

Zainal menilai, dukungan masyarakat kepada para terdakwa kasus Cebongan merupakan hal positif terutama jika dikaitkan dengan upaya pemberantasan premanisme. Tetapi, menurut dia, dukungan tersebut tidak boleh ditunjukkan dengan cara meminta majelis hakim memberikan putusan bebas.

"Harus dipisahkan antara pemberantasan premanisme dengan dukungan agar para terdakwa dibebaskan," kata Zainal.

Selain itu, Zainal menjelaskan, dukungan masyarakat tidak boleh sampai menghalangi proses hukum. "Karena itu untuk menghindari agar proses hukum dapat tetap berjalan," pungkas dia. (mdk/war)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami