Kasus Cebongan, IPW nilai peradilan 11 Kopassus tidak fair

Kasus Cebongan, IPW nilai peradilan 11 Kopassus tidak fair
penembakan di lapas sleman. ©2013 Merdeka.com/parwito
PERISTIWA | 12 Juni 2013 16:24 Reporter : Baiquni

Merdeka.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut proses peradilan terhadap 11 anggota Kopassus yang melakukan penyerangan ke Lapas Cebongan berjalan dengan tidak fair. Menurut dia, ini lantaran masih ada tujuh dari 11 orang pelaku pengeroyokan di Hugo's Cafe yang menjadi pemicu penyerangan Lapas itu belum juga ditangkap oleh Polisi.

"Menjadi tidak adil. Kasus yang di Hugo's itu belum tuntas. Masih ada tujuh tersangka pengeroyokan yang belum ditangkap. Yang sudah ditangkap ada empat dan semuanya terbunuh," ujar Neta di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (12/6).

Neta mengatakan, seharusnya proses peradilan terhadap 11 orang anggota Kopassus ini dihentikan sebelum tujuh orang pelaku yang dimaksud tertangkap. "Kita berharap tim investigasi TNI AD bisa mengungkap itu dan memburu tujuh pelaku yang belum tertangkap, baru disidik," kata dia.

Selanjutnya, Neta meyakini, 11 anggota Kopassus ini tidak mungkin bertindak melakukan penyerbuan tanpa ada perintah. "Nah, siapa yang memerintahkan, ini yang harus dicari," kata dia.

Lebih lanjut, Neta meminta tim investigasi atau bahkan pengadilan militer mampu mengungkap siapa yang memerintahkan penyerangan itu. "Jangan sampai anak buah yang diperintah, sudah menjalankan perintah, malah dikorbankan. Sementara yang memerintahkan tidak diapa-apakan. Itu kan tidak adil," pungkas dia. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami