Kasus Corona di Jatim Melonjak, Gubernur Siapkan Rumah Sakit Darurat

Kasus Corona di Jatim Melonjak, Gubernur Siapkan Rumah Sakit Darurat
PERISTIWA | 23 Mei 2020 13:06 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Lonjakan angka penambahan kasus corona atau Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) yang cukup signifikan membuat khawatir banyak pihak. Gubernur Khofifah Indarparawansa pun mempersiapkan Rumah Sakit Darurat agar segera dapat dioperasionalkan.

Hingga kini, rumah sakit darurat yang diberi nama rumah sakit lapangan Covid-19 Jatim, telah melakukan penambahan kapasitas bed atau tempat tidur dengan total 200, dan bisa dimaksimalkan sampai 500 orang.

Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Jatim yang didirikan di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jl. Indrapura no. 17 Surabaya ini rencananya diperuntukkan bagi pasien konfirmasi positif baru yang terkategori ringan.

"Yang kita ingin bahwa yang di RS rujukan itu yang kondisi berat, yang ringan dan sedang seyogyanya kita siapkan di rumah sakit lapangan seperti sekarang. Kalau total dengan ekstensifikasi kamar-kamar itu semua, bisa sampai 500 bed," ungkapnya, Jumat (22/5).

Ia menyebut, melalui pembagian seperti itu, daya tampung di rumah sakit rujukan akan semakin besar. Dan pada saat yang sama, semakin banyak juga pasien-pasien yang bisa ditampung untuk dilakukan perawatan.

Walaupun RS Lapangan ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 kategori ringan, namun kelengkapan alat medis, keamanan dan keselamatan tenaga medis tetap menjadi perhatian. Bahkan, hingga kini telah disiapkan 4 buah ventilator dan ribuan APD di dalam RS Lapangan tersebut.

Bahkan, untuk tenaga kesehatan dan keluarganya, telah disiapkan pula kamar-kamar khusus di area RS Lapangan tersebut.

"Kita siapkan juga ICU, ventilator, hingga sarana pemulasaraan di belakang juga kita siapkan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi menyebutkan, RS Darurat ini pada prinsipnya sudah siap. "Insya Allah kalau besok sudah ada pasien, sudah siap," ungkap Joni yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD dr. Soetomo itu.

Dokter Joni menambahkan bahwa rencananya RS ini akan melekat kepada RSUD dr. Soetomo dan RS Universitas Unair. RS Darurat ini sendiri dibangun dengan dua basis utama, yaitu gedung dan tenda.

Satu gedung utama tengah dalam persiapan sedangkan lima ruangan berbasis tenda telah rampung pengerjaannya. Kelima tenda tersebut nantinya akan dibagi peruntukannya yaitu, tenda pasien wanita, tenda pasien pria, tenda screening dan tenda untuk keperluan administrasi.

Sedangkan untuk kesediaan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim akan melakukan kolaborasi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Bersama IDI dan PPNI akan dilakukan perekrutan tenaga relawan guna pengoptimalan pelayanan medis bagi pasien. (mdk/cob)

Baca juga:
26 Pedagang Pasar Kobong Semarang Positif Corona, Ganjar Minta Pasar dan Mal Ditutup
Pesan Jokowi di Hari Raya Idulfitri: Yakin Indonesia Mampu Lewati Ujian Berat
Jokowi Ajak Berdamai dengan Corona, Arah Kebijakan Pemerintah Dipertanyakan
66 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Riau, PDP Negatif 935 Orang
800 Masjid di Kota Bekasi akan Gelar Salat Idul Fitri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami