Kasus Covid-19 di Depok Bertambah 248, Tertinggi pada 2022

Kasus Covid-19 di Depok Bertambah 248, Tertinggi pada 2022
Kegiatan Testing PCR di Depok. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 26 Januari 2022 14:45 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Kasus Covid-19 di Kota Depok terus meningkat. Angka kasus harian di daerah ini rata-rata di atas 100, bahkan kemarin mencapai 248 kasus yang merupakan tertinggi sejak awal 2022.

"Ini yang tertinggi selama dua pekan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Rabu (26/1).

Sebelumnya, rata-rata kasus harian di Depok memang sudah di atas 100. Kelurahan Tugu menjadi wilayah yang paling tinggi temuan kasus.

"Minggu ini kenaikan di atas 100. Semuanya merata, tapi Kelurahan Tugu (terbanyak) karena jumlah penduduk yang padat," sebut Dadang.

2 dari 3 halaman

95 Siswa Positif Covid-19

Dadang mengatakan, saat ini dilakukan mitigasi di sejumlah tempat karena temuan kasus. Bahkan ada tujuh sekolah yang sedang melakukan mitigasi.

"Ada dua yang boarding dan lima sekolah umum dengan total kasus PTMT (pembelajaran tatap muka terbatas) saat ini 95 orang terkonfirmasi positif dan saat ini sedang dilakukan tracing lebih lanjut," jelasnya.

Untuk mitigasi di sekolah, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok sudah punya SOP di level kecamatan, kelurahan dan puskesmas. Mereka melakukan langkah-langkah 3T, yaitu tracing, testing dan juga treatment.

"Ketika ditemukan kasus di satu rombongan belajar dilakukan pemberhentian sementara. Sudah dilakukan antigen oleh puskesmas setempat," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

2 Kantor Lockdown

Dua kantor pemerintahan di Depok juga tengah diberlakukan lockdown. Kebijakan ini diambil karena ada temuan kasus terkonfirmasi positif.

"Artinya saat ini memang penyebaran kasus Covid-19 di Kota Depok saat ini sedang meningkat," paparnya.

Ketika ditanya apakah peningkatan kasus ini termasuk varian Omicron atau bukan, Dadang menyebut belum bisa memastikan. Labkesda belum mampu mendeteksi varian baru itu.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok telah mengirim sampel ke pusat untuk memastikan apakah warga terpapar Omicron atau tidak. "Kalau Omicron atau Delta itu ada di pemerintah pusat. Labkesda kita belum dapat memeriksa varian tersebut. Sampel sudah dikirim ke pemerintah pusat. Menurut informasi, selain Omicron juga ada Delta,” katanya.

Mengenai titik keramaian, seperti alun-alun, pihaknya saat ini masih mengikuti Inmendagri yang berlaku. Jika masih berada di level 2, alun-alun masih bisa dibuka. "Nah ketika level tiga, itu sudah lain lagi," pungkasnya.

(mdk/yan)

Baca juga:
Positif Covid-19, 15 Siswa SMAN 1 Denpasar Jalani Isoter
Tahapan Penting Harus Dilakukan Sekolah Saat Temukan Kasus Covid-19
8 Fakta Terkini Tentang Varian Omicron Menurut Ilmuwan
Kerumunan Acara Cosplay di Mal Jakut, Wagub Riza Pastikan Panitia Sudah Ditindak
Update Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Per 26 Januari 2022
PRBM Eijkman: Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami