Kasus Covid-19 di Pandeglang Melonjak, Berasal dari Klaster Hajatan

Kasus Covid-19 di Pandeglang Melonjak, Berasal dari Klaster Hajatan
Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock
PERISTIWA | 6 Januari 2021 11:02 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Jumlah data harian penyebaran virus Covid-19 mengalami lonjakan tertinggi pada Selasa (5/1). Penyebaran virus Covid-19 di delapan kabupaten dan kota, berdasarkan data dari Satgas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Banten tercatat 345 orang terkonfirmasi positif.

Kabupaten Pandeglang menyumbang angka terbanyak pada lonjakan jumlah tersebut, yakni 162 orang. Lonjakan yang terjadi di Kabupaten Pandeglang disebabkan dari klaster hajatan warga.

"Kasus terbanyak hari ini dari Kabupaten Pandeglang dari kluster hajatan," kata Jubir satgas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Banten, Ati Pramuji Hastuti, Rabu (6/1).

Ati mengungkapkan penyebaran virus Covid-19 di Kota Tangerang sebanyak 49 orang, Kota Tangsel 45 orang dan Kabupaten Tangerang 41 orang. Dan ketiga daerah tersebut hingga kini masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Sedangkan Kota Cilegon 23 orang, Kabupaten Lebak 17 orang dan Kabupaten Serang 8 orang. Sementara Kota Serang nihil tidak ada penambahan.

"Penambahan kasus konfirmasi tanggal 5 Januari 2021, kasus konfirmasi 345. Rincian, sembuh 113, meninggal 6, dirawat 226," ungkap Ati.

Untuk diketahui, total kasus pandemi Covid-19 di Banten, jumlah kasus konfirmasi sebanyak 20.097 orang. Di antaranya, pasien dinyatakan sembuh ada 16.671 orang, meninggal sebanyak 591 dan masih dirawat 2.835 orang.

Sementara itu, Juru bicara Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Pandeglang Sulaeman mengungkapkan, selain hajatan, kluster perkantoran dan rumahan juga meningkat di Pandeglang.

"Enggak bisa didata di hajatan apa enggak, kita enggak tahu kontaknya di mana. Memang frekuensi hajatan akhir akhir ini keceng memang, bulan Desember awal banyak kumpul kumpul. Jadi dampaknya terasa sekarang ketika kita melakukan pemeriksaan swab secara masif di seluruh kecamatan," kata Suleman, Rabu (6/1).

Sulaeman mengatakan pihaknya akan berkonsultasi dengan Bupati Pandeglang untuk melakukan pembatasan acara hajatan yang menjadi kluster penyebran virus Covid-19.

"Acara hajatan macem-macem, ada kawinan, khitanan dan wisuda semua itu akan diminimalkan, dari satgas nanti berkonsultasi kepada ketua dalam hal ini Bupati, akan sangat membatasi dalam kegiatan (hajatan) tersebut. Termasuk kawasan wisata," tuturnya.

Sulaeman mengakui pihaknya kekurang personel dalam melakukan pengawasan hajatan yang beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan.

"Kemaren rutenya laporannya ke satgas ketingkat kecamatan, nanti dari Polsek akan mengawasi (hajatan). Terakhir ini kontrolnya agak berkurang, karena keterbatasan personel. Tiba tiba tamunya membludak, sulit kita untuk melakukan pengawasan," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:
Covid-19 Meningkat, PSI Dorong Pemprov DKI Terapkan Jam Malam & Wajib Tes Antigen
Update 6 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah 1.116 Orang
Satgas: Vaksin Akan Lebih Efektif Lindungi Masyarakat Jika Penularan Covid-19 Rendah
Wilayah Zona Merah Covid-19 Menurun, Satgas Ingatkan Jangan Lengah
Robohnya Fasilitas dan Tenaga Kesehatan Kita

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami