Kasus Covid-19 di Singapura Meledak, Epidemiolog Khawatirkan Ada Varian Baru

Kasus Covid-19 di Singapura Meledak, Epidemiolog Khawatirkan Ada Varian Baru
Robot Pengawas Kerumunan di Singapura. ©2021 AFP/ROSLAN RAHMAN
NEWS | 22 Oktober 2021 13:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Ede Surya Darmawan mengkhawatirkan ledakan kasus Covid-19 di Singapura dipicu oleh variant of concern (VoC) baru Covid-19 selain Delta. Jika begitu maka bisa saja akan turut melanda Indonesia.

"Yang kita khawatir adalah misalnya ternyata Singapura ada variant of concern baru ya, kayak kemarin kan Delta ya. Namanya keren udah Delta, kerjanya Delta nambah-nambahin. Itu yang kita takutkan, makanya kita harus waspada," ucap Ede kepada Liputan6.com, Jumat (22/10/2021).

Kewaspadaan ini menurit Ede dengan mengawasi secara ketat bagi pelaku perjalanan dari Singapura yang masuk ke Tanah Air. Mereka harus diberikan perlakuan lebih ketat.

"Jangan dikurangi (dilonggarkan) dulu, kenapa? Karena ini sedang concern kan gitu," ujar dia.

Vaksinasi Covid-19

Ede mengakui bahwa negeri Singa itu salah satu negara yang bagus dalam melakukan vaksinasi kepada rakyatnya. Kendati begitu, Ede mengingatkan bahwa sifat vaksin khas. Jika vaksin itu ditujukan bagi varian Delta, maka belum tentu bisa mempan dengan varian baru.

"Dan itu harus jadi pembelajaran bagi Indonesia yang capaian vaksinasinya baru menuju 39 persen kan gitu," katanya.

Ede menerangkan bahwa virus Covid-19 selalu mengalami mutasi. Entah mutasi yang membuat virus itu semakin kuat atau sebaliknya. Mutasi inilah yang membuat virus memiliki varian baru.

"Dengan proses seperti ini potensi mitasi bisa terjadi di mana-mana. Sehingga yang mesti diwaspadai Indonesia adalah kemampuan kita di dalam mendeteksi virus-virus baru, varian-variannya," ujar Ede.

Covid-19 di Singapura

Singapura mengalami peroketan kasus Covid-19. Bahkan kasus harian di negara itu lebih tinggi dari Indonesia yang saat ini di kisaran seribu kasus baru.

Pada Kamis (14/10), Kementerian Kesehatan Singapura mendeteksi 2.932 kasus virus Corona. Totalnya, ada 63 ribu orang di negara itu yang terinfeksi Covid-19.

Namun, 98,6 persen dari kasus baru adalah kasus ringan atau tak menunjukkan gejala. Hanya 0,1 persen pasien yang dirawat ke ICU, dan 1,1 persen yang butuh tabung oksigen.

Vaksinasi di Singapura adalah salah satu yang terbaik di dunia. Hingga 13 Oktober 2021, ada 84 persen masyarakat yang mendapat dosis vaksin full Pfizer atau Moderna. (mdk/ded)

Baca juga:
Klaster PTM Bertambah, Pemkot Solo Perbanyak Testing dan Tracing
Ketua DPR: Santri Harus jadi Pelopor Penanggulangan Covid-19
Naik Pesawat Wajib PCR, Pakar Kesehatan Sebut untuk Kendalikan Penularan Covid-19
Update Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Per 22 Oktober 2021
DIY Berstatus PPKM Level 2, Sultan HB X Ingatkan Warga Kasus Masih Fluktuatif
Kemensos Siapkan Program Perlindungan Sasar 4 Juta Anak Yatim Piatu

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami