Kasus Covid-19 di Sumut Nyaris 1.000, Pasien Anak Cukup Tinggi

Kasus Covid-19 di Sumut Nyaris 1.000, Pasien Anak Cukup Tinggi
PERISTIWA | 19 Juni 2020 04:44 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kasus positif Covid-19 di Sumut terus naik dan sudah mendekati angka 1.000. Sementara penderita anak-anak cukup tinggi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut menyampaikan pada hari ini sudah tercatat 993 kasus positif Covid-19 di daerah ini. Jumlah itu bertambah 23 dari angka kemarin 970 kasus.

Seiring dengan peningkatan itu, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh juga meningkat. "Hari ini jumlah pasien yang sembuh bertambah 7 orang, dari 226 orang menjadi 233 orang," kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam siaran pers online, Kamis (18/6) sore.

Orang dalam pemantauan (ODP) di Sumut saat ini berjumlah 885 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 159 orang. Sementara pasien yang meninggal dunia tetap 67 orang.

Pada siaran pers kali ini, Aris juga menekankan ancaman Covid-19 pada anak-anak. "Di masa awal Covid-19 anak-anak disebut relatif tidak rentan, namun sekarang ternyata tergolong cukup tinggi. Hingga 17 Juni 2020, total penderita anak-anak di Sumut mencapai 3,6 persen dari kasus yang dilaporkan, sehingga para orang tua harus waspada," sebut Aris.

Dia juga menjelaskan bahwa Centers for Disease Control (CDC) atau pusat pengendalian penyakit Amerika Serikat telah merevisi pernyataannya sebelumnya yang menyebut gejala Covid-19 pada anak tidak fatal seperti orang dewasa.

1 dari 1 halaman

"Namun belakangan mereka merevisi pernyataan tersebut dengan menyebut gejala pada anak yang mengidap virus corona mirip dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C). MIS-C adalah kondisi ada bagian tubuh anak meradang, termasuk pada jantung, ginjal, paru-paru, hingga organ pencernaan," jelas Aris.

Gejala-gejala yang muncul pada anak yang diduga diserang virus corona di antaranya demam, sakit perut, diare, muntah, sakit leher, muncul ruam dan mata merah, serta merasa sangat lelah. Pada kondisi parah, anak yang terserang virus juga dapat menunjukkan gejala kegawatdaruratan, seperti sesak napas, sakit perut yang parah, dan wajah kebiruan. "Jika ada gejala ini, anak harus segera dibawa ke rumah sakit," jelas Aris.

Anak yang diserang Covid-19 bisa berujung pada komplikasi serius, hingga kematian. Namun, sebagian besar bisa sembuh dengan penanganan medis, terutama jika gejalanya diketahui sejak awal.

Karenanya Aris mengimbau agar anak-anak dididik untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Mereka harus dibiasakan menjaga jarak dan mengenakan masker saat beraktivitas, termasuk saat ke sekolah. (mdk/rhm)

Baca juga:
Diduga Kesal Diisolasi, Pasien Covid-19 Nekat Kabur Melalui Plafon RSUD
Update Kamis 18 Juni: ODP 36.698 dan PDP 17.923
Petani Asal Situbondo Mengaku Temukan Obat Corona dari Asap Cair Batok Kelapa
Fasilitas Isolasi dan Observasi Penyakit Infeksi di Lamongan Diresmikan
Menteri Erick Prediksi BUMN Butuh 2 Tahun Untuk Kembali Pulih Imbas Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami