Kasus Covid-19 Melonjak, Istana Terapkan WFH 75 Persen Mulai Minggu Depan

Kasus Covid-19 Melonjak, Istana Terapkan WFH 75 Persen Mulai Minggu Depan
Jokowi di Istana Negara. ©2021 Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
PERISTIWA | 19 Juni 2021 10:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan pihaknya akan menerapkan sistem kerja bekerja dari rumah atau work from home (WFH) 75 persen mulai minggu depan. Hal ini menyusul lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran 2021.

"Iya sedang kami bahas jadwal WFH-nya. Mulai senin sesuai volume pekerjaan yang ada," jelas Heru kepada wartawan, Jumat 18 Juni 2021.

Dia menekankan 25 persen pegawai yang bekerja dari kantor atau work from office (WFO) wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mereka juga diharuskan membawa hasil tes swab antigen atau GeNone saat memasuki lingkungan Istana Kepresidenan.

Selain itu, akses masuk ke Istana Kepresidenan Jakarta juga akan diperketat. Heru menuturkan para tamu yang datang wajib memakai face shield atau pelindung wajah hingga menunjukkan hasil tes swab PCR 1×24 jam.

"Tetap pakai masker, face shield, dan swab PCR (untuk tamu). Untuk pegawai GeNose atau antigen," ujar Heru.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meminta perkantoran di kawasan Ibu Kota untuk melakukan pembatasan jumlah pegawai. Syarat itu diberikan akibat adanya peningkatan kasus Covid-19di wilayahnya.

Ketentuan ini mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 759 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan PPKM Mikro. Pengetatan ini berlaku baik untuk perkantoran milik pemerintah maupun swasta.

"Zona merah work from home (WFH) sebesar 25 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," seru Anies dalam Keputusan Gubernur Nomor 759/2021.

Sedangkan untuk perkantoran dengan zona oranye dan kuning dapat menyelenggarakan kegiatan kerja di kantor atau work from office (WFO) dengan kapasitas 50 persen.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Lizsa Egeham (mdk/ded)

Baca juga:
VIDEO: Anies Larang Warga Berkumpul Lebih dari 5 Orang, Bersiap Dibubarkan!
DPRD Minta Orang Baru Masuk Makassar Wajib Tes Kesehatan
Fase Covid-19 Indonesia: Nakes harus Memilih Pasien Mana yang Dapat Oksigen
Minim Fasilitas Kesehatan untuk Anak di Tengah Lonjakan Covid-19
Gubernur Kalbar Minta Satgas Covid-19 Tegas Tegakkan Prokes: Jangan Takut Dicemooh
Kepala Daerah Diminta Fokus Tangani Pandemi Covid-19
Tingkat Kesembuhan Tinggi, Ridwan Kamil Tetap Fokus Kendalikan Lonjakan Kasus

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami