Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Solo Larang Sekolah & Hajatan di Rumah

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Solo Larang Sekolah & Hajatan di Rumah
PERISTIWA | 13 Juli 2020 10:36 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang kegiatan sekolah tatap muka dan hajatan di rumah, setelah kasus Covid-19 di kota tersebut melonjak tajam. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam sehari kemarin jumlah warga Solo yang terpapar virus corona bertambah 18 orang. Padahal selama beberapa bulan penambahan hanya 1 atau 2 kasus.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan Kota Solo saat ini tak hanya masuk kategori zona merah, namun zona hitam. Untuk itu pihaknya tetap melarang kegiatan sekolah tatap muka maupun kegiatan hajatan yang digelar di rumah warga.

"Kemarin itu malah ada yang mau bikin acara pasar rakyat m. Pokoknya sekolah masih belum kita izinkan tatap muka. Hajatan di rumah juga tidak boleh. Hajatan harus dilakukan di tempat umum dengan protokol kesehatan," ujar Ahyani, Minggu (12/7).

Menurut Sekda Kota Solo itu, penambahan jumlah pasien Covid-19 di Solo banyak disumbang dari klaster tenaga kesehatan RSUD dr Moewardi, Solo. Dari 18 orang tersebut, 15 diantaranya merupakan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu. Sedangkan 3 lainnya merupakan masyarakat umum.

Ia menambahkan, 18 warga Solo yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, 10 orang warga Kecamatan Jebres, 3 warga Mojosongo, kemudian warga Purwosari, Manahan, Sumber, Banyuanyar dan Timuran masing-masing 1 orang.

Dalam kesempatan sebelumnya, Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo menegaskan, kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka tetap tidak diperbolehkan, meskipun kasus Covid-19 sempat melandai. Meskipun telah memasuki tahun ajaran baru, pihaknya baru akan mengizinkan sekolah tatap muka pada Januari tahun depan.

"Yang kita jaga itu anak-anak kita, masa depan mereka. Jangan sampai mereka terkena virus corona," ucap Rudy disela kegiatan sepakbola di Stadion UNS, Jumat (10/7) lalu. (mdk/rhm)

Baca juga:
Jokowi Minta Provinsi Ini Jadi Prioritas Penanganan Covid-19
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, IDI Minta Pemerintah Evaluasi New Normal
Sumbang APD ke IDI, Ibas Ibaratkan Perang Tanpa Senjata Lawan Covid-19
Hasil Tes Swab Massal di Banyumas, 18 Orang Positif Covid-19
Update Covid-19 di Secapa TNI AD: 1.182 Orang Positif, 98 Negatif
Rusia Negara Pertama Sukses Rampungkan Uji Klinis Vaksin Covid-19 ke Manusia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami