Kasus Covid-19 Tinggi, Gubernur Sumut Tolak Terapkan Lockdown

Kasus Covid-19 Tinggi, Gubernur Sumut Tolak Terapkan Lockdown
Gubernur Edy Rahmayadi di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut. ©2020 Istimewa
NEWS | 22 Juni 2021 19:13 Reporter : Uga Andriansyah

Merdeka.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, menanggapi terkait wacana soal penerapan lockdown usai meningkatkan kasus positif Covid-19. Menurutnya, lockdown tak perlu dilakukan di Sumut karena bisa berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

"Saya dari awal tak membahas lockdown. Akibat dari Covid-19 itu persoalan ekonomi. Akibat dari ekonomi kita menjadi seteru sosial," kata Edy, Selasa (22/6).

Dia mengungkapkan, penerapan lockdown juga akan memakan biaya yang sangat besar. Sedangkan, tingkat kepatuhan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan masih rendah.

"Persoalan lockdown ini biayanya tinggi. Itu siapa yang bisa mengawasi. Sumut banyak pintu tikus, contoh dari Tebing Tinggi ke Medan di lockdown di situ, lewat gunung dia bisa. Tak bisa seperti itu, jangan latah orang lockdown. Sumut juga lockdown," jelasnya.

Menurut Edy, langkah yang paling tepat saat ini adalah mengefektifkan Pembatasan Penerapan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Bed Occupancy Rate (BOR) kita buktinya sekarang hanya 35 persen. Kita tekan (melalui) PPKM. Benar-benar kita lakukan rill dari tingkat desa, camat, kabupaten," pungkasnya. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami