Kasus Covid-19 Turun Drastis, Pemkot Makassar Akhir Isolasi Terapung

Kasus Covid-19 Turun Drastis, Pemkot Makassar Akhir Isolasi Terapung
Pemkot Makassar menghentikan program isolasi terapung di KM Umsini. ©ANDRI SAPUTRA/AFP
NEWS | 20 September 2021 22:30 Reporter : Ihwan Fajar

Merdeka.com - Pemerintah Kota Makassar mengakhiri program isolasi terapung di kapal milik PT Pelni, KM Umsini. Program ini diakhiri karena kasus aktif Covid-19 di daerah ini sudah turun drastis.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku bersyukur saat ini kasus Covid-19 di kota berjuluk Angin Mammiri ini mulai menurun, sehingga dia memutuskan untuk mengakhiri program isolasi terapung.

"Alhamdulillah kegiatan hari ini adalah kita mengakhiri satu program isolasi apung terpadu KM Umsini. Ini salah satu kebijakan isoter (isolasi terpadu) yang dimiliki Pemkot Makassar bersama Kemenhub, Kementerian BUMN, Pelni, jajaran pelubuhan, dan TNI/Polri," ujarnya usai acara di KM Umsini, Senin (20/9).

Pria yang disapa Danny Pomanto ini mengaku program isolasi apung diakhiri karena bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit milik Pemkot Makassar sudah menurun. Ia merinci saat ini BOR rumah sakit di Kota Makassar sekitar 8,6 persen.

"Hari ini BOR-nya cuma 8,6 persen. Kemudian BOR ICU 13 persen, kemarin BOR di kapal ini cuma 2,5 persen," bebernya.

Meski isolasi apung sempat banyak mendapatkan cibiran, tetapi Danny mengaku program tersebut berhasil. Ia mengatakan keberhasilan isolasi apung tersebut karena dilakukannya evaluasi setiap bulan.

"Kenapa berhasil? Karena berhasil menekan BOR. Jadi intinya program isolasi itu adalah BOR," kata Wali Kota berlatar arsitek ini.

Danny mengaku semua pasien yang dirawat di isolasi apung 100 persen sembuh. Selama program isolasi apung, terdapat 275 pasien yang dirawat di KM Umsini. Saat ini masih ada delapan pasien yang menjalani isolasi di kapal itu.

"Totalnya 275 orang sampai kemarin. Sisa delapan dan sudah saat turun," sebutnya.

Setelah program isolasi apung berakhir, warga yang positif Covid-19 bisa memanfaatkan fasilitas isolasi terpadu (FIT) yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
"Kita akan kembalikan ke (FIT) provinsi," ucapnya.

Danny mengungkapkan, Pemkot Makassar awalnya menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk program isolasi apung. Anggaran itu merupakan kontrak dengan PT Pelni untuk penggunaan KM Umsini.

"Awalnya kan memang ada kontrak Rp1,5 miliar. Tapi setelah itu ditanggung pemerintah pusat, sehingga pada bulan kedua sudah tidak ada lagi (anggaran)," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Pelni Makassar Akhmad Sadikin mengatakan, sejak 18 September kemarin, semua pasien yang dirawat di atas kapal KM Umsini telah dinyatakan sembuh. Sejak saat itu sudah tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dibawa ke KM Umsini.

"Sudah tidak ada pasien lagi. Tidak ada perpanjangan lagi karena memang sudah diperpanjang pada tanggal 2 September kemarin," ujarnya.

Akhmad mengatakan, setelah program isolasi apung berakhir, pihaknya akan melakukan sterilisasi. KM Umsini akan kembali dioperasikan mengangkut penumpang.

"Semisal NTT, kan sempat di-lockdown, sekarang kan sudah buka semua ini," ucapnya. (mdk/yan)

Baca juga:
Menko Luhut: Vaksinasi Syarat Ubah Pandemi Menjadi Endemi
Luhut Ingatkan Masyarakat Jangan Cepat-Cepat Euforia Setelah Kasus Covid-19 Menurun
Mobilitas di Jawa-Bali Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Lengah Prokes
Sebaran Kasus Covid-19 di 34 Provinsi Indonesia 20 September 2021
Liga 2 Diizinkan di Daerah PPKM Level 3 dan 2, Maksimal 8 Pertandingan per Minggu
Presiden Jokowi Perintahkan Stok Vaksin Covid-19 Segera Dihabiskan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami