Kasus DBD Meningkat, KSP Instruksikan Mitigasi Serius

Kasus DBD Meningkat, KSP Instruksikan Mitigasi Serius
Pengasapan cegah DBD di Tebet. ©2019 Liputan6.com/Immanuel Antonius
PERISTIWA | 12 Maret 2020 13:20 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di sana merupakan kasus terparah sepanjang sejarah kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah di daerah tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai perlu ada mitigasi serius karena melonjaknya korban DBD. Masyarakat dan pemerintah daerah harus bekerja sama.

"Itu juga banyak korban, harus dimitigasi makin serius lagi," kata Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Dia meyakini Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah berupaya menangani kasus demam berdarah. Salah satunya yaitu dengan cara mengunjungi titik lokasi yang terkena wabah tersebut.

"Itu kan menkes sudah ke titik lokasi, sudah melihat perkembangannya dengan baik. Untuk itu ini juga menjadi atensi serius, jangan hanya fokusnya ke corona," kata Moeldoko

Kasus DBD di NTT

Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia bertambah. Hingga Rabu (11/3), sebanyak 37 orang meninggal dunia.

"Sampai dengan pagi ini, dari seluruh data yang kami kumpulkan di 22 kabupaten/kota terkait DBD sudah ada 37 orang yang meninggal dengan jumlah kasus DBD sejak Januari hingga awal Maret 2020 mencapai 3.109 kasus," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT David Mandala kepada Antara.

Dia mengatakan, bahwa terjadi penambahan korban yang meninggal akibat DBD jika dibandingkan dengan satu hari sebelumnya yakni pada Senin (9/3) yang kasus kematian akibat DBD baru mencapai 33 kasus.

Artinya dalam sehari telah terjadi empat kasus kematian dalam sehari di beberapa kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu, salah satunya adalah di kabupaten Sikka yang kini menyumbang angka tertinggi untuk kematian.

"Kabupaten penyumbang kasus DBD tertinggi adalah kabupaten Sikka dengan angka kematian mencapai 14 orang, dan terdapat 1.216 kasus," tambah dia.

Urutan kedua ditempati oleh Kota Kupang dengan jumlah kasus 462 kasus dengan angka kematian mencapai 5 orang.

Posisi ketiga ditempati oleh kabupaten Alor, dengan jumlah kasus mencapai 308 kasus dengan jumlah kasus mencapai tiga orang. (mdk/noe)

Baca juga:
5 Fakta Demam Berdarah yang Tewaskan Ratusan Orang di Indonesia
Tak Hanya Corona, Ridwan Kamil Ajak Warga Jawa Barat Waspadai Ancaman DBD
Berantas DBD, 100 Tenaga Kebersihan di Sikka Dikerahkan tetapi 7 Truk Sampah Rusak
Pasien DBD di RSUD Kota Bekasi Meningkat, Total 149 Orang
Alat Diagnosa Rusak, Bikin Telat Penanganan Pasien DBD di NTT

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami