Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte & Brigjen Prasetijo Jadi Tersangka

Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte & Brigjen Prasetijo Jadi Tersangka
PERISTIWA | 14 Agustus 2020 20:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyidik Bareskrim Polri merampungkan gelar perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra. Dari hasil gelar perkara ini penyidik Bareskrim Polri menetapkan empat tersangka.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, tersangka pertama yakni mantan Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte dan mantan Kakorwas PPNS Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo. Kedua jenderal ini diduga menerima suap terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra.

"PU dan NB selaku penerima kita tetapkan Pasal 5 ayat (2), Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang nomor 20 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi dan junto Pasal 5 KUHP," ujar Argo, Jumat (14/8).

Selain Napoleon Bonaparte dan Prasetijo Utomo, kata Argo, penyidik Bareskrim juga menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah menyuap kedua jenderal tersebut.

"Selaku pemberi ini menetapkan tersangka saudara JST dan TS di Pasal 5 ayat 1 Pasal 13 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 yaitu pemberi dan penerima gratifikasi," ujar dia.

Adapun barang bukti yang disita berupa US$ 20 ribu, HP, laptop, dan CCTV. Polisi juga telah memeriksa 19 saksi dan ahli dari Siber dan Inafis.

Gelar perkara dihadiri Deputi Penindakan KPK, Direktur Lidik, Direktur Sidik, bagian penuntutan dan koordinator dan supervisi KPK. Dalam kasus ini, Argo menerangkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi dengan Polri.

"Itu baru kasus korupsinya dan langsung disupervisi KPK," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami