Kasus Suap Bowo Sidik, Terdakwa Asty Seret Nama Dirut Petrokimia Gresik

PERISTIWA | 31 Juli 2019 20:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Nama Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi disebut sebagai inisiator dari perkara kasus dugaan gratifikasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso terkait kerja sama bidang pelayaran antara PT Humpuss Transportasi Kimia dengan PT Pilog.

Hal tersebut diutarakan oleh terdakwa pemberi gratifikasi Asty Winasti selaku General Manager Komersial PT Humpuss Transportasi Kimia dalam sidang perkaranya di Pengadilan Tipikor pada Rabu (31/7).

Dalam keterangan di persidangan, Asty mengungkapkan bahwa perkara ini bermula dari PT HTK yang menyewakan kapalnya MT Griya Borneo kepada PT Kopindo Cipta (KCS) yang merupakan anak usaha PT Petrokimia Gresik untuk mengangkut amoniak dengan kontrak 5 tahun terhitung sejak 2013.

Namun, di tengah jalan, BUMN yang memproduksi pupuk dan kimia digabung menjadi di bawah PT Pupuk Indonesia Holding Company. Termasuk Petrokimia Gresik. kemudian PIHC menghentikan kontrak HTK dengan KCS, dan mengalihkan urusan sewa kapal ke PT PILOG.

"Kami keberatan dengan keputusan itu. Kami somasi PT KCS dan PIHC. Tapi tidak ada tanggapan," kata Asty.

Pasca kejadian tersebut, Asty mengaku dirinya sempat menggelar pertemuan dengan Rahmad Pribadi pada pada tahun lalu. Dalam pertemuan tersebut Rahmad Pribadi menawarkan solusi untuk mengenalkan seseorang yang kenal baik dengan Direktur Utama Pupuk Indonesia.

"Sebelum kenal Bowo. Saya bertemu dengan Pak Rahmad Pribadi bersama Steven Wang di Pacific Place. Pak Rahmad Pribadi mengatakan bahwa Bowo Sidik bisa membantu sebagai orang yang kenal baik dengan dirut Pupuk Indonesia," tegas Asty.

Hal tersebut juga pernah diutarakan oleh Bowo Sidik kala dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Asty di Pengadilan Tipikor pada akhir Juni 2019 lalu. Bowo menuturkan ia terlibat pengurusan kontrak sewa kapal karena awalnya dihubungi Rahmad Pribadi, mantan Direktur Umum dan SDM Petrokimia Gresik.

Bowo mengaku ditemui Rahmad didampingi pemilik PT Tiga Macan, Steven Wang. Rahmad dan Steven memintanya untuk membantu PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) yang diputus kontraknya. "Kata Pak Rahmad, kontrak HTK diputus sepihak. Secara hukum, HTK sudah dimenangkan (pengadilan) tapi Pupuk Indonesia tidak mau melaksanakan," kata Bowo.

Kemudian ketiganya mengatur janji kembali bertemu untuk berkenalan dengan Asty yang meminta Bowo membantu HTK agar sewa kapal Humpuss dilanjutkan. "Saat itu baru saya dikenalkan dengan Bu Asty," ujar Bowo.

Baca juga:
Kasus Suap Bowo Sidik, Asty Winasti Jalani Sidang Lanjutan
KPK Limpahkan Berkas Penyidikan Bowo Sidik dan Indung
KPK Periksa Tiga Tersangka Terkait Korupsi
KPK Kembali Periksa Bowo Sidik Pangarso Tekait Suap
Surya Paloh Bakal Tanya Enggartiasto Lukita Sebab Mangkir Dipanggil KPK 2 Kali
KPK Ultimatum Adik Nazarudin Penuhi Panggilan KPK

(mdk/bal)